Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 18.30 WIB

Tahukah Anda Kenapa Utang Tak Pernah Lunas?

Ilustrasi utang akan memberatkan bila tidak dikelola dengan baik - Image

Ilustrasi utang akan memberatkan bila tidak dikelola dengan baik

JawaPos.com - Utang adalah sebuah kewajiban yang dalam waktu cepat atau lambat harus dibayarkan kepada orang atau pihak yang meminjamkan uang. Jika tidak segera dibayar, utang Anda akan semakin menumpuk.


Selain itu, orang lain juga akan kehilangan kepercayaan sehingga mereka tidak akan pernah meminjamkan uangnya lagi ketika suatu saat Anda membutuhkan pinjaman. Rugi? Tentu saja.


Oleh karena itu, coba gunakan cara pamungkas untuk melunasi utang. Misalnya, mencari penghasilan tambahan, belajar menghemat, dan mengabaikan keinginan.


Jika cara ini belum berhasil juga, beberapa alasan berikut mungkin menjadi penyebab kenapa utang Anda tak kunjung lunas seperti dikutip dari Cermati.com.


1. Masih Menanamkan Budaya ‘Gali Lubang Tutup Lubang’
Budaya ‘gali lubang, tutup lubang’ sering diterapkan apabila seseorang sudah tertimpa utang berkepanjang hingga mencapai jumlah yang cukup besar, tapi tidak punya cukup uang untuk membayarnnya.


Cobalah menghindari cara ekstrem yang satu ini. Cara ini bukannya membuat utang cepat lunas, tapi akan terus menambah utang. Lalu, seperti apa itu gali lubang tutup lubang yang artinya pinjam uang untuk bayar utang?


Sebagai contoh, Anda meminjam uang si A sebesar Rp5 juta untuk membayar utang kepada si B. Sama saja bohong, kan? Utang Anda bukannya berkurang, tapi tetap ada. Atau malah bertambah apabila jumlah yang dipinjam lebih besar daripada jumlah yang seharusnya dibayar.


Akan lebih baik jika utang dicicil sedikit demi sedikit. Jika Anda mengalami kendala dalam membayar, beri tahu kreditur agar mereka mau memberikan keringanan.


2. Malas Berkorban untuk Membayar Utang
Mewujudkan sesuatu membutuhkan pengorbanan. Hal ini juga berlaku saat melunasi utang. Jika hutang ingin cepat lunas, coba korbankan aset yang Anda miliki untuk menghasilkan uang dan membayar utang.


Misalnya, rumah, tanah, koleksi barang branded, tabungan, ataupun investasi. Menjual hasil dari jerih payah sendiri tidaklah mudah. Tapi, Anda harus melakukannya agar utang bisa lunas. Sehingga Anda bisa mengatur keuangan dari awal lagi lebih baik dan terhindar stres.


Lagipula, harta benda yang Anda jual bisa didapatkan kembali di kemudian hari. Namun, dengan catatan Anda harus mau bekerja lebih keras lagi untuk mengumpukan uang. Keinginan ini tentunya harus diimbangi dengan keuletan, keberanian, dan sikap pantang menyerah.


3. Keinginan Membayar Penuh Tagihan Selalu Tertunda
Sebagai peminjam, Anda boleh melunasi utang dengan cara mencicil. Tapi, usahakan agar cicilan yang dibayar sesuai dengan jumlah yang seharusnya. Apabila jumlahnya sebesar Rp1 juta, maka bayarlah sebesar Rp1 juta pula, dan seterusnya.


Jangan mencicil utang secara setengah-setengah. Hal ini justru membuat utang semakin bertambah, karena sisa pembayaran di bulan ini akan diakumulasikan ke bulan berikutnya. Alhasil, pembayaran di bulan berikutnya menjadi lebih besar dari yang seharusnya.


Coba bayangkan jika Anda tidak bisa membayarnya, kondisi finansial benar-benar akan terpuruk. Untuk itu, bayar utang secara penuh. Apabila uang tidak cukup, coba kurangi pos-pos pengeluaran yang masih bisa dikurangi.


4. Malu Meminta Bantuan pada Keluarga
Jika Anda membutuhkan bantuan finansial, jangan malu untuk meminta kepada keluarga. Tentunya, ada perasaan tidak enak ketika Anda melibatkan keluarga atas kesalahan sendiri.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore