
Pagelaran busana Didi Budiardjo
JawaPos.com - Tak mudah untuk menciptakan sesuatu yang bisa diterima oleh masyarakat. Perlu ada rasa cinta dan emosi yang mendalam untuk tetap berdiri dan melakukan perjalanan panjang.
Hal ini sudah dirasakan oleh desainer Didi Budiardjo selama 30 tahun berkarya. Ia merupakan saksi dunia fashion sudah banyak mengalami perubahan. Dalam merayakan 30 tahun berkarya, Didi Budiardjo menggelar pagelaran busana bertajuk Terlahir Kembali.
"Saya ingin mengekspresikan eksistensi saya sebagai seorang desainer Indonesia di satu sisi sudah melakukan segalanya tapi untuk terlahir kembali melanjutkan profesi sebagai desainer saya harus terlahir kembali," kata Didi Budiardjo ketika ditemui di konferensi pers Didi Budiardjo Terlahir Kembali, Grand Opus Ballroom, Darmawangsa Jakarta Selatan, Selasa (26/3).
Menurutnya, menyajikan sesuatu untuk diterima orang adalah sebuah tantangan. Ia mengharapkan ada reaksi dari orang karena ia yakin peragaan busana merupakan sebuah dialog, bukan bicara satu arah tapi dua arah antara Didi Budiardjo dengan penikmat fashion Indonesia.
Terlahir Kembali mengajak para pecinta mode untuk menikmati kekayaan kreasi sang perancang. Gaun-gaun dramatis, terusan panjang sang lebar, tiered dress yang mewah, jaket over sized, ornamen besar seperti simpul pita di bagian leher hingga lengan bouffant aristokratis.
Selain itu para model mengenakan gaun panjang romantis bervolume yang telah dikenal sebagai unsur mode karya khas Didi. Terdapat jacquard yang kokoh serta bahan fil coupe yang tipis halus bertekstur.
Didi menampilkan 30 busana yang didominasi kilau keemasan dan mengundang decak kagum. Skema warna lahir dari ilham kehidupan Dewi Shinta yang penuh gejolak dalam kisah Ramayana.
Material motif floral yang tabrak corak menjadi puncak koleksi. Perbendaharaan kreasi yang khas ini dibarengi konsistensi berkarya sejak pertama kali merancang pada tahun 1989 hingga kini. Referensi rasa cinta melahirkan sajian baru bernuansa masa kini dalam alur rancangan eksploratif khas Didi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
