Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Maret 2019 | 14.24 WIB

Ungkapan Rasa Cinta Itang Yunasz Pada Kain Indonesia Timur

Desainer Itang Yunasz mengungkapkan kain Indonesia Timur begitu cantik dan memiliki ciri khas yang kaya dari kecintaan para perajin. - Image

Desainer Itang Yunasz mengungkapkan kain Indonesia Timur begitu cantik dan memiliki ciri khas yang kaya dari kecintaan para perajin.

JawaPos.com - Beberapa tahun belakangan, para desainer Tanah Air telah menggunakan kain Indonesia bagian timur dalam  sentuhan koleksi mereka. Seperti tenun dan songket dari daerah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat hingga wilayah Sulawesi. Salah satunya, Itang Yunasz seringkali memberi sentuhan kain Nusantara pada koleksinya.


Untuk tahun 2019 saja, sentuhan kain Nusa Tenggara Timur banyak digunakannya dalam koleksi label Kamilaa. Dia memberikan detail tenun pada busana muslim dengan harga yang bisa diterima masyarakat luas.


"Misalnya pada Kamilaa Premium yang terbaru itu ada outer Rp 1 jutaan full bordir. Bahannya dari silk dan polyester kemudian ada kain khas NTT," jelasnya saat berbincang dengan JawaPos.com baru-baru ini.


Itang beralasan kain Indonesia Timur begitu cantik dan memiliki ciri khas yang kaya dari kecintaan para perajin. Tak lama lagi dirinya juga berencana menggunakan kain dari Borneo dan Sumatera Utara.


"Kecintaan saya pada kain Indonesia Timur itu begitu besar. Ngomongin kain Indonesia Timur enggak ada habisnya," katanya.


Ketika ditanya seputar kain dari daerah paling ujung Indonesia seperti Ambon dan Papua, Itang memiliki rencana menggunakan kain khas Ambon dalam koleksinya. Namun untuk Papua, menurutnya kekayaan dari provinsi paling timur Indonesia itu ada pada seni ukir.


"Ambon kemungkinan uya. Tapi Papua saya belum lihat tenun dari sana. Batik papua juga kan bikinnya enggak di sana. Buat saya kalau satu daerah enggak punya batik atau tenun enggak usah dipaksa. Karena nanti malah enggak ada rasanya. Karena perajin tenun itu membuatnya pakai cinta. Papua itu kaya seni ukirnya, alamnya juga indah," tuturnya.


Kecintaannya pada kain Indonesia Timur baru-baru ini juga ditonjolkan dalam pagelaran ajang bergengsi New York Fashion Week. Itang Yunasz menampilkan koleksinya yang berjudul Tribal Diversity, melalui koleksi ini Itang memperkenalkan keindahan pola-pola kain tenun ikat Sumba dan menunjukan kemajuan tren busana muslim di Indonesia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore