
Itang Yunasz saat menceritakan perjalanan karirnya selama hampir 5 dekade.
JawaPos.com - Itang Yunasz menjadi salah satu desainer kebanggaan Indonesia dengan semua karyanya. Pria yang genap berusia 60 tahun itu, masih eksis dengan koleksi busana yang bisa menyesuaikan tren mode dari zaman ke zaman. Memulai karir di tahun 1980-an, kini Itang sudah hampir memasuki perjalanan karir 5 dekade.
Dengan berbagai koleksinya seperti Allea, Kamilaa, Preview, dan Itang Yunasz Collection, tetap meneguhkan konsistensi Itang di dunia fashion. Itang juga peduli untuk membesarkan busana muslim (modest wear) untuk bersaing dengan kualitas busana luar negeri.
Baginya, setelah itu semua ditempuhnya lebih dati 35 tahun, kini hanya tinggal komitmen dan konsisten dalam meneruskan semua labelnya. Di tahun politik kali ini, Itang bersama desainer lainnya juga berupaya untuk menunggu reaksi pasar (wait and see) dalam hal daya beli.
"Sekarang ya enggak ada yang harus dilebihkan, atau dikurangi. Kami desainer was-was dengan perekonomian Indonesia dan dunia yang enggak begitu bagus. Jadi kami enggak mau melangkah macam-macam untuk waktu yang belum tepat seperti itu. Ada ribut-ribut pemilu. Meski kami enggak takut, karena di setiap label itu punya pangsa pasar sendiri," ungkapnya saat berbincang dengan JawaPos.com di showroom miliknya di Jakarta Barat baru-baru ini.
Perjalanan Karir Sejak 1981
Itang memulai nemulai karier pada tahun 1981, setelah meraih juara kedua dalam Lomba Perancang Mode Femina. selama lebih dari 35 tahun berkarya, Itang tak bisa berhenti untuk terus bersyukur.
"Rasa syukur sudah pasti. Sudah lebih dari 35 tahun dan tentu semakin banyak penerus dan saya juga akan meneruskan kepada generasi saya selanjutnya," jelasnya.
Itang pun mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman di era media sosial seperti saat ini. Hal itu tercermin dalam balutan busana koleksinya pada label Allea yang kekinian, city look, dan lebih anak muda. Ternyata rahasianya adalah karena Itang merupakan sosok yang terbuka dan mau mendengar saran.
"Ya kan saya punya teman dan tim desainer-desainer muda yang kerja sama saya. Dengar referensi cerita mereka, saya kembangkan dengan tren ke depan. Saya menyerap dan saya harus menerima. Eranya beda karena lebih anak muda," jelasnya.
Baginya, fashion harus selalu menunjukkan sisi muda. Sebab siapapun pemakainya dan berapapun umurnya, mereka harus tampak muda dengan fashion itu sendiri.
"Bagaimana fashion bisa mengubah tampilan seseorang justru merasa lebih muda dan tampil memang lebih muda," tegasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
