Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Januari 2019 | 16.39 WIB

Kenapa Kosmetik Bisa Dikatakan Halal? Ini Penjelasan Dokter

Saat memilih kosmetik perlu memerhatikan kandungan didalamnya. Chemicals in our life - Image

Saat memilih kosmetik perlu memerhatikan kandungan didalamnya. Chemicals in our life

JawaPos.com - Bukan hanya kemasan dan mahal, kandungan dalam kosmetik tetap perlu diperhatikan. Saat ini, khususnya bagi muslimah, kosmetik halal menjadi kebutuhan dasar sehari-hari.


Sebagai pelopor merek kosmetik halal nasional, Wardah mengawali 2019 dengan kembali memperkenalkan kampanye ‘Halal dari Awal’. Kampanye tersebut merupakan bentuk komitmen Wardah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menggunakan produk halal, serta mendorong perkembangan industri kecantikan halal dalam negeri.


"Konsep kosmetik halal dan aman itu penting. Aman itu adalah bagian dari halal itu sendiri," ungkap Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation dr. Sari Chairunnisa, SpKK, dalam konferensi pers, Selasa (22/1).


Menurut dr. Sari terdapat perbedaan syarat kosmetik dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan syarat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Syarat halal dari MUI memperhatikan setiap proses pembuatannya dan bahan baku kosmetik itu sendiri.


"Sedangkan BPOM itu sistemnya notifikasi. Yang dinitifikasi adalah produk jadinya sebelum launching product. Kalau MUI semuanya dinilai hingga bahan baku dan produk jadinya," tegasnya.


World Halal Council telah menobatkan Wardah sebagai pelopor merek kosmetik halal Indonesia sejak tahun 1999. Mulai dari proses pengembangan hingga produksi, Wardah mengutamakan kualitas dan faktor halal produk.


"Halal di sini berarti menggunakan bahan baku yang aman bagi kulit dan sesuai hukum Islam, serta memiliki proses produksi yang sesuai dengan syariat Islam dan tidak menyakiti makhluk hidup lain,” ujar dr. Sari.


Brand Manager Wardah Cosmetics Shabrina Salsabilla menjelaskan sejak 2016, Wardah juga secara konsisten terus mendapatkan Halal Award dari LPPOM MUI, baik untuk kategori kosmetik maupun sampo dan perawatan rambut. Menurutnya, sekitar 20 tahun setelah kehadiran Wardah, tren global menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap produk berlabel halal.


"Permintaan ini datang bukan hanya dari masyarakat muslim, tetapi juga non-muslim yang telah menjadikan produk halal sebagai sebuah gaya hidup karena label halal dianggap dapat memberikan jaminan akan kualitas dan keamanan produk," ungkap Shabrina.


Pesan mengenai perjalanan dan makna kosmetik halal merupakan bagian dari kampanye besar ‘Halal dari Awal’ Wardah. Sebagai bagian dari kampanye ini, pada awal 2019 Wardah juga telah melakukan aktivasi digital ‘Europe Halal Trip’.


Kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk berbagi kisah inspiratif serta kebanggaan menggunakan produk kosmetik halal dengan mengunggah foto dan kisah mereka bersama produk Wardah di akun media sosial masing-masing, menggunakan tagar #SaatnyaMemulai dan #HalalDariAwal. Nantinya, enam orang yang beruntung akan memenangkan perjalanan menelusuri jejak Islam di benua Eropa bersama salah satu brand ambassador Wardah, Dewi Sandra.


Hingga hari ini, tercatat sudah lebih dari 2.000 orang yang berpartisipasi mengikuti ‘Europe Halal Trip’. Kesempatan berpartisipasi masih dibuka sampai dengan 15 Februari 2019.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore