
Ajarkan sikecil dengan mengenal makanan sehat seperti buah dan sayur.
JawaPos.com - Buah dan sayur merupakan salah satu makanan wajib yang dikonsumsi sebagai penyeimbang gizi. Apalagi makanan tersebut sangat penting bagi anak yang sedang di masa pertumbuhan.
Namun seringkali anak-anak masih asing akan rasa buah dan sayur, sehingga mereka cenderung lebih banyak menolak. Hal ini yang menjadi tugas bagi seorang ibu untuk mendekatkan buah dan sayur pada anak secara perlahan. Kebanyakan mereka cenderung lebih memilih makanan tidak sehat dengan banyak mengandung MSG, garam, dan gula. "
Mereka yang suka makanan tersebut tentu cenderung menolak buah dan sayur, makanya kita harus pelan-pelan makanan yang tinggi gula MSG dikurangi. Dikenalkan buah dan sayur yang mereka sudah suka," kata Rachel Olsen, ahli Nutrisi ketika ditemui di Media & Community Gathering Youvit, di kawasan SCBD, beberapa waktu lalu.
Jika sang ibu sudah mengetahui buah yang disukai misalnya pisang, sebaiknya diberikan setiap hari. Lalu secara perlahan digandeng dengan buah yang belum mereka pernah coba.
Lebih baik lagi jika mengajar mereka dengan memberikan berbagai varian buah dan sayur. Ini penting dilakukan agar tahu bahwa buah dan sayur memiliki banyak rasa.
"Kebanyakan anak-anak kecil biasanya coba brokoli nih terus warnanya hijau dan mereka tidak suka rasanya. Setelah kita mau kasih timun mereka akan mikir rasanya sama kayak brokoli, padahal beda," tambah Rachel Olsen.
Salah satu metode yang baik adalah ketika ibu menyuruh mereka untuk memegang buah untuk mencium dan mencicipi terlebih dahulu. Jika mereka memang tidak suka, tanyakanlah faktor apa yang membuatnya tidak suka.
"Mereka tidak suka bukan berarti mereka tidak suka buahnya, mungkin cara preparasinya,
mungkin buah itu terlalu asam kan kita tidak tahu.
Kita harus belajar anak kita lebih suka makanan seperti apa," ujar Rachel Olsen. Ada juga beberapa anak kecil yang tidak suka jika sayur atau buah tersentuh dengan makanan lain.
Setelah tersentuh biasanya mereka sudah tidak mau untuk makan. Misalnya ada bawang pada brokoli tersebut yang sebenarnya mereka tidak suka, jadi bukan brokolinya yang dihindari.
Lalu ketika mengolah makanan sang ibu bisa menambahkan sayur pada makanan tersebut misal dengan parutan wortel. Sementara jika ingin memberikan buah sebaiknya tidak menambahkan banyak cokelat atau kental manis.
"Cara lain untuk mengontrol makanan anak itu bisa memberikan lunchbox ketika anak sekolah, cara masaknya kalau tidak digoreng, cukup disteam atau grill," tutup Rachel Olsen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
