
Photo
JawaPos.com - Salah satu cara untuk menghias interior rumah, bisa dengan menambahkan karpet pada lantai. Masyarakat Indonesia umumnya ternyata menyukai karpet impor dari negara Eropa dan Timur Tengah. Salah satunya dari Turki dan Iran.
Setiap karpet dari masing-masing negara pasti memiliki ciri khas. Terutama dari mulai proses pembuatan, kualitas bahan, motif dan warna. "Masyarakat Indonesia umumnya suka dengan karpet dari Pakistan, Turki, Iran, Afghanistan, Kazakhstan, masih banyak lagi," kata Pemilik Al-Barkat Oriental Rugs and Carpets, Atta Ul Karim ketika ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Atta menjelaskan, perbedaan karpet dari sejumlah negara seperti Iran. Menurutnya, karpet asal Iran umumnya dibuat handmade atau memakai tangan. Bahannya wol dan sutera. "Ya itu yang bikin mahal, kenapa mahal karena pakai tangan dan benangnya tipis, dalam satu inci saja ada 180 ikat disulam, belum lagi bahannya. Kalau karpet rajutan tangan paling bagus berbahan sutra. Kalau yang pakai mesin bagusnya yang bahan akrilik," ungkapnya.
Salah satu jenis karpet asal Iran yang terkenal yakni Isfahan dan Qum. Sama seperti lukisan harganya pun bisa seharga jutaan hingga miliaran. "Jadi karpet ada yang harga ratusan juta sampai 1 miliar pun ada. Ukurannya besar dan motifnya 100 persen sutera, motifnya juga tumbuh-tumbuhan," ungkapnya. "Tapi kalau di Indonesia paling laku mulai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," tambah Atta.
Selain itu, mahalnya harga juga dipengaruhi oleh waktu pembuatan karpet. Karena membuatnya memakai tangan, maka karpet bisa baru selesai dalam waktu 6 bulan hingga tahunan. "Ada yang 6 bulan baru jadi karpetnya, itu harganya lebih murah. Kalau yang bagus banget bisa 4 tahun baru jadi. Semakin rumit dan lama waktu pengerjaannya, semakin mahal," jelasnya.
Menurut Atta, membersihkan karpet harus dilakukan dengan cara khusus. Dan tak boleh asal dicuci dengan mesin cuci (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
