
Berkolaborasi dengan desainer kenamaan Anne Avantie, The Palace kembali merilis koleksi cincin pernikahan bertajuk
JawaPos.com - Simbol cinta dalam pernikahan biasanya terlihat lewat cincin kawin. Tak sekedar pengikat, cincin kawin biasanya dipilih berdasarkan kepribadian dan memiliki makna bagi perjalanan cinta kedua pasangan. Kali ini, The Palace berkolaborasi dengan desainer Anne Avantie merilis cincin kawin bernafaskan tradisional.
“Koleksi Kekaseh mengandung doa dan makna yang mendalam pada setiap desain mengingatkan masyarakat untuk selalu menghargai nilai-nilai tradisional dalam pernikahan dan tidak melupakan adat istiadatnya," ujar Jelita Setifa, General Manager The Palace dalam keterangannya.
Sebenarnya, ini bukna kali pertama Anne Avantie berkolaborasi dengan The Palace. Koleksi Kekaseh juga telah hadir di tahun 2015. Di 2018, koleksi kedua Kekaseh hadir dengan desain yang terinspirasi dari motif batik. Tentunya desain yang memiliki arti filosofi kehidupan yang mendalam. Harapannya, semakin banyak pasangan dapat memilih cincin kawin dengan makna yang istimewa.
Anne Avantie menggabungkan garis tradisonal dengan padanan modern yang secara harmonis menciptakan koleksi yang anggun dan menawan. Ciri khas desain Kekaseh pun kental terpancar pada koleksi perhiasan cincin kawin ini.
“Desain pada koleksi ini memiliki siluet sederhana namun kaya dengan filosofi dan doa yang tulus agar sepasang kekasih akan selalu saling setia. Arti sebenarnya dari nama koleksi ‘Kekaseh’ adalah suatu pengharapan agar tiap pasangan selalu ingat untuk mencintai dengan putih dan tulus," ungkap Anne Avantie.
Koleksi cincin kawin Kekaseh terbuat denan paduan emas putih, emas kuning, dan emas merah. Ciri khas tradisional batik khas Jawa terukir pada 6 cincin kawin yang terbuat dari bahan emas dan berlian dengan standar kualitas internasional. Apa saja motif yang tertera pada koleksi cincin Kekaseh?
1. Wahyu Tumurun
Menyiratkan harapan mendapat wahyu dari Sang Pencipta, biasanya motif batik ini dipakai pada malam sebelum seorang perempuan menjadi pengantin.
2. Sido Mukti
Memiliki makna harapan agar kehidupan seseorang di kemudian hari akan penuh dengan kemapanan.
3. Motif Truntum
Motif yang biasa digunakan oleh orangtua mempelai ini memiliki makna cinta yang bertumpuk-tumpuk untuk pasangan dan anak-anak mereka yang menjadi pengantin.
4. Parang Kusumo
Motif yang biasa dipakai sebagai kain saat tukar cincin. Itu sebabnya disebut kusumo, yang artinya bunga yang mekar sehingga pemakainya diharapkan terlihat indah.
5. Sekar Jagad

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
