
Dian Pelangi.
JawaPos.com - Bukan hanya sekedar momen perayaan, Hari Raya Idul Fitri 1439 H merupakan titik bagi seseorang kembali suci setelah sebulan lamanya berpuasa melawan hawa nafsu. Tak terkecuali bagi desainer Dian Pelangi yang berkomitmen mengontrol capaian baik selama Ramadan.
Bagi Dian, esensi lebaran sesungguhnya adalah sarana untuk menjaga hati dan memperbaiki diri dari kesalahan yang telah diperbuat selama setahun terakhir. Mobilitas pekerjaan yang padat, mengetuk pintu hatinya untuk lebih memperhatikan ibadahnya. Untuk itu, ia pun menjadi lebih giat mengikuti kajian agama bersama teman-temannya selama Ramadan.
"Persiapannya lebih ke mental dan niat. Dari tahun ke tahun kalo bisa harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi terutama soal ibadah. Biasanya saya selalu diingatkan, untuk lebih lembur ngaji. Jadi jangan lembur jahit baju mulu," tuturnya saat ditemui usai mengisi acara Wardah 'Berbagi Senyum Kebaikan' di Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Rabu (30/5).
Selain dalam hal ibadah, Ramadan dan lebaran baginya juga sarana yang tepat untuk memperbaiki diri, seperti belajar untuk mengendalikan emosi dan mencoba berdamai dengan diri sendiri. Ia pun berkomitmen terhadap diri sendiri untuk melakukan perubahan secara konsisten pada bulan-bulan berikutnya.
"Harus jadi ajang untuk saling memaafkan dan instropeksi. Belajar untuk senyum ikhlas. Kadang kadang saya suka kebablasan kalo lebaran udah lewat. Jadi terus berusaha baik," lanjutnya.
Terkait tradisi lebaran yang selalu ia rayakan, menurutnya yang terpenting harus ada makanan empek-empek. Hidangan ini menjadi ciri khas keluarga setiap lebaran karena latar belakangnya dari Palembang. Bahkan, tak jarang ia selalu mengirimkan sejumlah bingkisan berisi empek empek untuk rekan kerja dan teman dekatnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
