
Miranda Mazuki
JawaPos.com – Usianya masih terbilang muda, dara kelahiran 1993 ini sudah memiliki dasar yang kuat di dunia desain dan fesyen. Adalah Miranda Mazuki yang memiliki label busana MAZUKI. Lulusan Fashion Institute of Design and Merchandising (FIDM) Los Angeles pada 2012 ini menjadi angkatan pertama dalam wadah Indonesian Fashion Forward (IFF). Miranda menjadi salah satu desainer yang sukses tampil di Jakata Fashion Week 2018 di Senayan City.
Di usianya yang masih muda, Miranda memiliki perjalanan karir yang gemilang. Dimulai dengan magang di label Yves Saint Laurent saat dia masih bersekolah. Kemudian setelah lulus di tahun 2012, Miranda mendapat kesempatan bekerja untuk Joseph Altuzarra selama ajang market week, dan juga Jill Stuart. Miranda juga pernah bekerja magang untuk label Valentino dalam ajang bergengsi Golden Globes 2013 di Beverly Hills.
“Sebenarnya untuk pengalaman saya sebelumnya, saya pernah magang di beberapa tempat. Jadi khusus Valentino itu saya hanya magang sudah beberapa tahun yang lalu, pengalaman saya di sana untuk membantu bagian PR dari New York,” kata Miranda kepada JawaPos.com.
Koleksi perdananya diluncurkan pada bulan Maret 2015, di bawah label MAZUKI yang mencakup koleksi baik untuk laki-laki atau perempuan. MAZUKI berkomitmen untuk mengedepankan kualitas dan kenyamanan busana dengan perhatian pada detail yang tinggi, tetapi tetap terlihat clean dan simpel.
“Koleksi saya lebih ke arah kasual dan sangat eksperimental, brand saya itu juga ke arah playful,” ujar milenial yang lama tinggal di Singapura itu.
Bagi Miranda, apa yang ditampilkan dalam koleksinya mencerminkan keprbadiannya. Dia ingin sebagai desainer pendatang baru agar lebih banyak dikenal orang. Dari mulai kepibadiannya hingga koleksinya.
“Brand itu sangat personal untuk diri saya sendiri, jadi sesuai personality, pribadi. MAZUKI itu saya mau share storynya saja. Saya percaya sebagai seseorang milenial, di era digital, gimana saya bisa kenalkan kepribadian saya kepada konsumen lewat koleksi saya. Saya pun ke Jakarta baru 3 tahun lalu sehingga saya masih mau meraih banyak konsumen untuk mengenal saya,” tutur Miranda.
Miranda memang besar di Singapura. Lulus sekolah, dia pindah ke New York untuk bekerja selama 1 tahun sebelum saya pulang ke Jakarta. Kecintaan Miranda terhadap negaranya yakni Indonesia, membuatnya ingin pulang dan menggarap pasar lokal di tanah air. Miranda juga sempat menggarap koleksi kain tradisional seperti batik dan songket.
“Jadi akhirnya tahu banyak tentang kain Indonesia. Kain nusantara menurut saya bagus. Banyak cara yang bisa bikin kain Indonesia lebih modern. Tentu sangat potensial,” ujar Miranda.
Menjadi desainer, menurutnya pekerjaan yang penuh konsistensi, komitmen, dan proses panjang. Miranda tak pernah ingin berhenti di dalam karirnya, meskipun dia mengakui pernah gagal. Baginya meniti karir tak mungkin selalu berjalan mulus.
“Karena saya sebetulnya suka prosesnya dan makna pakaian itu bukan sekadar pada fase penampilannya saja. Membuat satu koleksi menurut saya butuh proses, komitmen, dan setelah saya memastikan jadi desainer maka saya tak boleh berhenti. Setelah satu kali saya berhenti, saya akan mudah berhenti. Itulah mengapa saya masih lakukan sampai sekarang dan mencintai pekerjaan saya,” jelasnya.
Miranda ingin tahun depan bukan hanya memerhatikan pasar internasional, tetapi berkarya bagi tanah air. Dia ingin labelnya berkembang dan tetap memikirkan potensi di dalam negeri.
“Kami sekarang tujuannya ingin ke internasional market. Tahun depan fokus balik ke internasional, tapi jangan lupa juga melirik ke Indonesia market. Jangan lupa jadi desiner itu harus kreatif dan memikirkan industri tanah air, itulah rencana tahun depan saya mendengar keinginan pasar lokal,” kata Miranda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022