Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juni 2017 | 05.06 WIB

Tampil Serasi dengan Sarimbit, Senada tapi Detail Berbeda

SERAGAM: Dari kiri, Larasati Putri, Najwa Aisyah, dan Danny Triwasisno, tampil senada dengan rancangan Wiwied Mayasari. - Image

SERAGAM: Dari kiri, Larasati Putri, Najwa Aisyah, dan Danny Triwasisno, tampil senada dengan rancangan Wiwied Mayasari.


JawaPos.com – Mengenakan baju baru menjadi semacam tradisi saat Lebaran. Sarimbit (berasal dari bahasa Jawa yang berarti pasangan) dipilih keluarga untuk tampil serasi. Tampak senada. Tapi, detailnya berbeda.



Lihat saja salah satu karya Wiwied Mayasari. Dia mendesain busana sarimbit untuk ayah, bunda, dan anak. ’’Kayaknya kurang lengkap ya kalau belum pakai sarimbit saat Lebaran,” katanya. Dia memiliki tip agar baju dapat sesuai dengan pemakainya. Wiwied mencontohkan pada desain busana muslim yang dikenakan Larasati Putri (model busana perempuan dewasa) dan Najwa Aisyah Dawiyah (model busana anak-anak). ’’Sekilas tampak sama, tapi utak-atik potongan dapat membuatnya tampak beda,” jelas desainer 47 tahun tersebut.



Larasati dan Najwa sama-sama menggunakan busana muslim dengan potongan A-line. Warna putih mendominasi dengan tambahan baby blue sebagai coraknya. Sekilas tampak sama persis antara gaun yang digunakan Larasati dan Najwa. ’’Tapi, saya beri corak bordiran yang berbeda,” jelas desainer asal Surabaya itu.



Pada gaun yang dikenakan Larasati, bordiran di bagian atas gaun berbentuk menyerong ke arah bawah, seolah-olah seperti potongan one shoulder. Bentuk tersebut memanjang hingga lengan tangan sisi kanan. Sementara itu, di bagian pinggang, Wiwied menciptakan corak yang melingkar yang dibumbui dengan penuh manik-manik dan swarovski. Ada pula tambahan brokat bunga-bunga di bagian tengah gaun. Bentuk itu, lanjut Wiwied, membuat perempuan dewasa tampak elegan. ’’Tampil cantik, itu pasti,” jelas desainer kelahiran Tulungagung, 19 Februari 1970, tersebut.



Beda lagi detail yang didesain pada gaun yang dikenakan Najwa. Warna brokat didominasi putih di bagian atas pinggang. ’’Sebagai sabuknya, saya ganti dengan bentuk bunga. Lucu kan kalau untuk anak-anak,” ungkap Wiwied.



Pita di bagian lengan sisi kanan-kiri berwarna baby blue, juga menyempurnakan kesan imut. Jadi, gaun ini cocok dipakai anak-anak usia 3–11 tahun. ’’Bentuk hijab juga dapat disesuaikan dengan usia dan busana yang dipakai,” katanya.



Busana untuk pria lebih simpel. Tidak banyak pula detail yang dibutuhkan pada busana pria. Hanya ada garis horizontal berwarna baby blue sebagai pemanis di bagian sisi kanan dan lengan baju pria.



Wiwied menggunakan kain maxmara. Sifat kainnya lembut dan jatuh. Tidak panas juga kalau dipakai. Jenis kain yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa. ’’Dipakai seharian tidak membuat banyak keringat atau bau badan,” paparnya.



Wiwied menambahkan batik Solo pada desain baju sarimbit berwarna hijau dan cokelat. Tetap sama one piece, tapi dengan bentuk yang berbeda. Wiwied membuat pola seolah-olah terdapat blazerpada gaun perempuan dewasa. ’’Tapi ini gabung jadi satu,” katanya. Pola gaun tersebut membuat pemakainya tampil feminin sekaligus elegan.



Desainer sekaligus make-up artist Dyan Nugra menghadirkan rancangan sarimbit mengusung tema Romantic Blossom. Dyan terinspirasi dari keindahan bunga yang bermekaran.



Kesan romantis tertuang dalam balutan warna-warna soft seperti dusty pink dan peach. ’’Warna ini adalah cermin keindahan, sehingga mampu mengeluarkan aura cantik perempuan yang sesungguhnya,’’ tuturnya saat ditemui kala sesi pemotretan di pool side Hotel Shangri-La Surabaya.



Dyan masih menonjolkan karakternya sebagai perancang dengan spesialisasi busana pengantin. Hal itu tampak dari detail dan potongan gaun. Taburan swarovski dan mutiara membingkai bordir yang meliuk membentuk ranting-ranting bunga. Sementara itu, gaun tampil dengan potongan A-line, mermaid, dan ball gown. ’’Walau bentuknya terkesan lebih mewah, beberapa koleksi dari seri ini bisa juga dipakai untuk bersilaturahmi ketika Lebaran,’’ paparnya.



Kemewahan yang disandingkan dengan nuansa fitri tampak pula pada baju pria berkonsep ala basofi. Garis lurus yang tegas pada pakaian menambah kesan maskulin. Sentuhan etnik juga dihadirkan dari tenun yang dikenakan bersama celana panjang berwarna senada. (bri/esa/c17/jan)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore