Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 April 2017 | 23.48 WIB

Keindahan Karya Seni di Galeri Lukis, Daya Tarik Aliran Realisme

ARTISTIK: Muzarih 25 (tengah ) memandu calon pengunjung Mulia Art Galery di Lippo Plasa Sidoarjo. - Image

ARTISTIK: Muzarih 25 (tengah ) memandu calon pengunjung Mulia Art Galery di Lippo Plasa Sidoarjo.

Setiap guratan kuas ke sebuah kanvas memiliki arti dan filosofi. Aliran, selera, dan keindahan yang berciri khas bakal terpancar. Para pencinta lukisan bisa menikmatinya saat berada di galeri lukisan di Kota Delta.





KUMPULAN lukisan terpajang apik di dinding. Setidaknya seratus lukisan menjadi koleksi galeri yang berlokasi di Lippo Plaza Sidoarjo. Hal itu membuat Galeri Mulia Art menarik perhatian khalayak. Para pencinta seni dekoratif dan kolektor akan tergerak mampir ke sana.



Di galeri tersebut, buah karya puluhan pelukis terpampang rapi. Contohnya, sisi kanan. Lukisan agung berukuran 230x170 sentimeter terpampang di bagian tengah dinding. Itulah karya Muhiban, salah seorang pelukis Sidoarjo. Diamerupakan spesialis melukis panorama pasar tradisional dan panen raya.



Gambarnya begitu nyata. Seolah-olah yang melihat sedang berada di pasar tersebut. Aliran realisme memang jadi ciri khasnya. Menurut Muzarih,supervisor Mulia Art, aliran realisme paling digemari masyarakat. Berbeda dengan aliran abstrak yang hanya disukai pencinta tertentu. Sebab, penggambaran maknanya bersifat implisit. ’’Bunga, panen raya, koi, sama pasar tradisional. Empat itu paling laris,” ujarnya.



Empat jenis lukisan tersebut digemari karena memiliki filosofi makna tersendiri. Muzarih menjelaskan, panen raya menggambarkan kemakmuran dan pasar tradisional menunjukkan kegiatan berdagang yang lancar. ’’Koi sering dibeli karena maknanya adalah hoki. Dengan memasang dekorasi koi, diharapkan rumah diselimuti keberuntungan,’’ terangnya.



Nah, berbeda halnya dengan seni dekoratif bunga. Tentu makna yang terpancar adalah kecantikan dan kebahagiaan. Di galeri itu, ada belasan lukisan bunga yang diproses dengan teknik palet. Pelukisnya adalah Bangun Asmoro yang juga berasal dari Sidoarjo. ’’Yang paling banyak dibeli ya lukisan Pak Bangun itu,” tuturnya.



Menurut pria 25 tahun tersebut, lukisan bunga bersifat universal. Jadi, bisa dipajang di manapun. Mulai rumah, kantor, sampai hotel berbintang. Lukisan Bangun juga sangat unik. Dengan penguasaan teknik palet, hasilnya tampak begitu segar. Kelopak-kelopak bunga terlihat timbul atau tiga dimensi. Warna yang kaya membuatlukisan makin indah. Mayoritas pembeli adalah perempuan yang terpesona dengan kesan cantik lukisan itu. ’’Kalau yang ukuran besar, hotel biasanya yang beli,” kata Muzarih.



Kamis (13/4) pun demikian. Para sosialita yang sedang berburu dekorasi rumah menyempatkan diri mampir ke galeri yang baru dibuka Januarilalu tersebut. Mereka sempat mengelilingi galeri yang cukup luas itu,lantas berhenti di depan lukisan mawar merekah dengan ukuran 200x150 sentimeter. ’’Kalau dipajang di ruang keluarga, pasti kayak diselimuti cinta. Maknanya mawar kan cinta sejati,” ucap Raliyana Safitri. (via/c18/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore