
ARTISTIK: Muzarih 25 (tengah ) memandu calon pengunjung Mulia Art Galery di Lippo Plasa Sidoarjo.
Setiap guratan kuas ke sebuah kanvas memiliki arti dan filosofi. Aliran, selera, dan keindahan yang berciri khas bakal terpancar. Para pencinta lukisan bisa menikmatinya saat berada di galeri lukisan di Kota Delta.
KUMPULAN lukisan terpajang apik di dinding. Setidaknya seratus lukisan menjadi koleksi galeri yang berlokasi di Lippo Plaza Sidoarjo. Hal itu membuat Galeri Mulia Art menarik perhatian khalayak. Para pencinta seni dekoratif dan kolektor akan tergerak mampir ke sana.
Di galeri tersebut, buah karya puluhan pelukis terpampang rapi. Contohnya, sisi kanan. Lukisan agung berukuran 230x170 sentimeter terpampang di bagian tengah dinding. Itulah karya Muhiban, salah seorang pelukis Sidoarjo. Diamerupakan spesialis melukis panorama pasar tradisional dan panen raya.
Gambarnya begitu nyata. Seolah-olah yang melihat sedang berada di pasar tersebut. Aliran realisme memang jadi ciri khasnya. Menurut Muzarih,supervisor Mulia Art, aliran realisme paling digemari masyarakat. Berbeda dengan aliran abstrak yang hanya disukai pencinta tertentu. Sebab, penggambaran maknanya bersifat implisit. ’’Bunga, panen raya, koi, sama pasar tradisional. Empat itu paling laris,” ujarnya.
Empat jenis lukisan tersebut digemari karena memiliki filosofi makna tersendiri. Muzarih menjelaskan, panen raya menggambarkan kemakmuran dan pasar tradisional menunjukkan kegiatan berdagang yang lancar. ’’Koi sering dibeli karena maknanya adalah hoki. Dengan memasang dekorasi koi, diharapkan rumah diselimuti keberuntungan,’’ terangnya.
Nah, berbeda halnya dengan seni dekoratif bunga. Tentu makna yang terpancar adalah kecantikan dan kebahagiaan. Di galeri itu, ada belasan lukisan bunga yang diproses dengan teknik palet. Pelukisnya adalah Bangun Asmoro yang juga berasal dari Sidoarjo. ’’Yang paling banyak dibeli ya lukisan Pak Bangun itu,” tuturnya.
Menurut pria 25 tahun tersebut, lukisan bunga bersifat universal. Jadi, bisa dipajang di manapun. Mulai rumah, kantor, sampai hotel berbintang. Lukisan Bangun juga sangat unik. Dengan penguasaan teknik palet, hasilnya tampak begitu segar. Kelopak-kelopak bunga terlihat timbul atau tiga dimensi. Warna yang kaya membuatlukisan makin indah. Mayoritas pembeli adalah perempuan yang terpesona dengan kesan cantik lukisan itu. ’’Kalau yang ukuran besar, hotel biasanya yang beli,” kata Muzarih.
Kamis (13/4) pun demikian. Para sosialita yang sedang berburu dekorasi rumah menyempatkan diri mampir ke galeri yang baru dibuka Januarilalu tersebut. Mereka sempat mengelilingi galeri yang cukup luas itu,lantas berhenti di depan lukisan mawar merekah dengan ukuran 200x150 sentimeter. ’’Kalau dipajang di ruang keluarga, pasti kayak diselimuti cinta. Maknanya mawar kan cinta sejati,” ucap Raliyana Safitri. (via/c18/dio/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
