Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2015 | 08.21 WIB

Black Opal Banten, Makin Banyak Jarongnya Kian Mahal Harganya

PALING CANTIK: Black Opal semakin banyak bintik-bintik jarongnya semakin mahal. - Image

PALING CANTIK: Black Opal semakin banyak bintik-bintik jarongnya semakin mahal.

JawaPos.com - Ketika orang menyebut batu Black Opal, pikiran kita terhubung dengan Lebak, Banten. Padahal, batu indah yang memiliki corak semburan warna  (jarong) menarik ini bukan hanya berasal dari sana.





Di Indonesia juga ditemukan di daerah Kalimantan, Sumatera dan kawasan kepulauan lainnya. Di negara lain, seperti Turki, Brazil, Mexiko dan Australia juga penghasil batu Black Opal.



Konon, penghasil terbesar dan menguasai lebih dari 90 persen pasaran dunia berasal dari Australia. Batu yang bisa disejajarkan dengan batu-batu mulia seperti Blue Garnet, Berly Emerald, Safir dan lain-lainnya ini, diedarkan dalam bentuk sudah jadi permata dan berharga sangat mahal.



Berbeda dengan di Indonesia, bahan batu ini diobral luas dalam bentuk bahan atau bongkahan. Konon, bahan-bahan tersebut banyak yang  diborong oleh para pemodal dari negara lain untuk diolah menjadi permata dan beredar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.



Di pasaran, banyak batu Kalimaya Black Opal dijual dengan harga puluhan juta rupiah yang berasal dari negara lain. Keindahannya sangat mengundang selera karena bintik-bintik jarongnya yang berwarna merah, biru dan kuling berkilau tajam saat diterpa sinar.



“Batu paling cantik di dunia, jarongnya banyak. Tambah lama dirawat, warnanya bertambah dan lebih berkilau. Ini bukan dari Banten tapi berasal dari Australia,” kata Abah Rahman, pedagang batu permata Surabaya sambil menyebut harga Rp 20 juta.



Abah Rahman juga memperlihatkan Black Opal Banten. Tetapi, menurutnya, batu cincin tersebut belum maksimal mengeluarkan jarong. Masih butuh perawatan sampai berbulan-bulan untuk menjadi batu indah.



“Tapi sudah banyak yang keluar, bintik-bintik warna mulai kelihatan keluar. Kalau sudah sempurna, harganya puluhan juta. Ini saja jual harga persahabatan, hanya tiga ribu saja (maksudnya tiga juta rupiah)," ucapnya.



Soal kualitas, tentu saja tergantung bahan dan cara pengelolaannya. Seperti yang diungkapkan Rodjali, salah seorang spesialis penjual bongkahan dan batu cincin Black Opal Banten yakin bahwa kualitas batu yang banyak ditemukan di wilayah kecamatan Sajira, Maja dan Cimarga Banten itulah yang terbaik dibanding dengan yang ditemukan di wilayah lain di Indonesia.



“Black Opal juga ditemukan di daerah lain, tetapi  kualitas paling bagus tetap saja yang berasal dari Banten. Yang dari daerah lain, juga memiliki jarong tetapi tidak seindah jarong yang dari Banten. Keluar tetapi samar-samar dan sedikit sekali, sementara Banten punya lebih berkilau,” ungkap pemilik Surya Gemstone  Surabaya itu.



Hal itu, lanjut Rodjali, juga berkaitan dengan kualitas bahan, cara mengolah dan memoles serta ketelatenan pemilik batu dalam melakukan treatment (perawatan) agar jarong keluar secara maksimal.



“Kalau bahannya jelek, pasti hasilnya jelek. Bahannya bagus pun kalau salah cara memoles dan merawat, juga hasilnya tidak maksimal,” ujar Rodjali. (ami/no/awa/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore