Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2020 | 17.27 WIB

Hubungan Musim Hujan dan Banjir di Tahun Tikus Logam

Pejalan kaki melintas di bawah guyuran hujan di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (9/1/2019).  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan diterpa hujan sedang hin - Image

Pejalan kaki melintas di bawah guyuran hujan di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (9/1/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan diterpa hujan sedang hin

JawaPos.com - Selamat datang tahun tikus logam pada 2020. Pada 25 Januari nanti, tepatnya saat Imlek sudah menjadi tanda memasuki tahun tikus logam dalam kalender Tionghoa. Saat ini, masih masa transisi menuju tahun tikus logam yang sudah mulai ditandai dengan datangnya musim salju (Dong Zhi) sejak 22 Desember. Sayangnya, awal 2020 diawali dengan peristiwa banjir besar di Jabodetabek. Apakah ada kaitannya?

Master Fengshui Xiangyi Hong menjelaskan hubungan antara tahun tikus logam, imlek, banjir, dan musim hujan. Ternyata ada keterkaitan masing-masing jika dibaca dari simbol-simbol fengshui.

"Tahun tikus logam, tahun tikus memang ditandai dengan awal pergantian tahun 12 shio. Tahun kemarin itu babi. Dan mengapa logam? Karena diwakili dengan akhir angka nol tahun 2020, kalau angka nol dan 1 selalu unsurnya logam. Jadi tikus logam," jelasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Apakah ada makna khusus? Xiangyi Hong menjelaskan sebetulnya elemen yang terbawa pada shio yang digunakan mengingat tahun bertujuan untuk peramalan. Sifatnya bisa memperkirakan sesuatu yang belum tentu terjadi. Bisa iya bisa tidak.

"Sebab kalau hanya kita gunakan sebuah tahun, belum akurat. Kita ramal saja lah," katanya tertawa.

Jadi apa saja yang terjadi sekitar tahun tikus logam? Tikus logam tahun ini berhadapan dengan elemen logam dan elemen yang terbawa oleh tikus itu sendiri yaitu air.

"Nah logam menghidupkan air, makanya banjir. Apakah karena itu menjadi banjir? Tetapi mungkin bisa dikorelasikan ke situ. Boleh-boleh saja. Logam hidupkan air, air jadi banyak," tuturnya tersenyum.

Kemudian biasanya pergeseran musim atau transisi sudah mulai masuk setelah 22 Desember meskipun tahun baru Imlek belum tiba. Sebab 22 Des masuk satu titik musim Dong Zhi artinya musim salju telah tiba.

"Titik itu, titik di mana matahari paling jauh dari bumi sehingga bumi menjadi dingin. Menjadi dipenuhi salju. Titik beralhir dan bermulanya segala sesuatu. Sudah terasa dampaknya," katanya.

Logam yang menghidupkan air bisa memicu terjadinya banjir. Sehingga sejak titik Dong Zhi bumi bisa selalu berhubungan dengan air.

"Jadi memang musim saljunya. Bukan shionya. Banyak musibah yang terjadi," jelasnya.

Pada umumnya musim hujan dan potensi banjir bisa terjadi sampai awal Maret. Dia mengibaratkan unsur logam di atas air pasti membuat logam itu tenggelam, sehingga terjadi banjir.

Kabar baiknya, tahun ini mulai ke arah positif untuk kondisi sosial dan pemerintahan. Tahun ini berbeda dengan 2 tahun lalu di mana segala hal yang negatif memuncak.

"Tahun ini titik awal kepositifan, berkembang lebih positif. Kalau 2 tahun lalu sangat negatif memuncak. Masyarakat dibingungkan dengan hoax lalu tahun politik. Tahun ini semua lebih positif," tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore