Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 April 2022 | 21.55 WIB

Ancam Ekosistem, 83 Persen Sampah Plastik Bocor di Laut Indonesia

Berdasarkan data yang dipaparkan Plastic Bank Indonesia, sekitar 7,8 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya. ISTIMEWA - Image

Berdasarkan data yang dipaparkan Plastic Bank Indonesia, sekitar 7,8 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya. ISTIMEWA

JawaPos.com - Sampah plastik masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang menghantui keberlangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Tak terkecuali di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan Plastic Bank Indonesia, sekitar 7,8 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya.

Namun, Paola Cortese selaku Country Manager Plastic Bank Indonesia mengungkapkan, dengan besarnya sampah plastik yang dihasilnya, sekitar 4,9 juta ton belum dikelola dengan baik. Sehingga, ada sekitar 83 persen sampah plastik bocor ke laut dan mengancam ekosistem laut.

Bahkan, ada temuan yang mengungkapkan kalau mikroplastik sudah ditemukan di peredaran darah manusia. Baru-baru ini, mikroplastik juga sudah ditemukan di organ tubuh manusia terutama paru-paru. "Karena itu, saya rasa kita hidup di masa darurat plastik," ungkap Paola baru-baru ini.

Pemerintah sendiri sudah memiliki target jangka panjang dan pendeng untuk megurangi masalah sampah plastik. Yakni menurunkan 70 persen masalah sampah plastik di laut pada 2025. Sedangkan jangka panjangnya, pemerintah punya target Indonesia bebas plastik pada 2040.

Untuk itu, masalah sampah plastik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga setiap orang yang peduli terhadap lingkungan untuk keberlangsungan masa depan anak cucu.

"Saat ini memang banyak yang sudah berkolaborasi untuk mewujudkan cita-cita ini, termasuk kami. Saaat ini di plastik bank, ada 12 ribu pahlawan samudera yang sudah bergabung," sambungnya.

Diungkapkan, Paola, saat ini, lebih dari 12.000 anggota komunitas pengumpulan plastik dari Plastic Bank Indonesia berhasil mencegah pencemaran setara dengan satu miliar botol plastik di laut. Baginya, ini bukti komitmen Plastic Bank Indonesia dalam mencegah polusi plastik di laut. Tak hanya itu, ini juga komitmen mengurangi kemiskinan terutama di wilayah pesisir pantai di Indonesia, sambil merevolusi ekonomi sirkular global untuk plastik.

"Selain dampak lingkungan, upaya ini juga turut mengurangi kemiskinan di kalangan kolektor plastik informal,” paparnya.

Seperti yang diakui Asis Wijayanto, seorang anggota pahlawan samudera di Tabanan, Bali. Dengan mengumpulkan plastik dan menukarkannya, dirinya turut berkontribusi untuk mencegah pencemaran plastik di laut. Ia pun mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore