alexametrics

Hindari Kesalahan Ini dalam Pengelolaan Keuangan saat Pandemi

7 Juni 2020, 07:30:09 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang menghampiri Indonesia sejak akhir bulan Februari 2020 tak hanya memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan masyarakat Indonesia, namun ke berbagai aspek dalam kehidupan seperti pendidikan, sosial, bahkan finansial.

Di saat pandemi ini kita seperti baru tersadar bahwa ada beberapa hal penting dalam kehidupan sehari-hari yang masih terlewat. Misalnya, sebelum pandemi kita tidak terlalu memikirkan pentingnya hand sanitizer dan masker untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sampai akhirnya barang tersebut menjadi langka, hingga tidak mempersiapkan keuangan dengan matang saat situasi ekonomi aman untuk memenuhi kebutuhan di saat darurat.

Kita memang tidak pernah tahu kapan pandemi atau bahkan krisis-krisis lainnya datang. Tapi, seperti kata pepatah ‘sedia payung sebelum hujan’. Kita harus mempersiapkan diri dari sebaik mungkin sebelum krisis yang terjadi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam aspek finansial. Memang sedikit telat apabila kita baru mempersiapkannya di saat seperti ini, namun lebih baik telat daripada tidak sama sekali bukan?

Dilansir dari Treasury.id, hindari beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan di bawah ini agar keuangan Anda menjadi lebih sehat.

1. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan
Meski terkesan klise, memiliki tujuan keuangan bisa menjadi penyemangat Anda dalam mengelola keuangan dan mampu membantu Anda ke berbagai kemudahan finansial di masa depan. Tanpa tujuan keuangan, pendapatan Anda bisa habis tanpa sisa, karena Anda tidak mampu mengelolalnya.
Ada banyak tujuan keuangan yang dapat membantu Anda untuk menjaga kondisi finansial yang lebih baik seperti mempunyai dana darurat, mempersiapkan tabungan keluarga, atau mempersiapkan tabungan untuk hari tua. Dana yang dipersiapkan ini akan sangat membantu saat Anda mengalami kesulitan finansial dan tidak mempunyai pendapatan yang tetap.

2. Kartu Kredit Bukan Pundi-Pundi
Apabila saat ini Anda menerima pendapatan yang lebih sedikit dari biasanya atau bahkan sedang tidak ada pemasukan, sebisa mungkin hindari penggunaan kartu kredit. Sebaiknya, kartu kredit tidak dianggap sebagai pundi-pundi yang bisa digunakan kapan saja tanpa tanggung jawab. Apabila terpaksa menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan yang mendesak. Pastikan terlebih dahulu bahwa Anda selalu mampu untuk membayar tagihannya dan tidak mengganggu cash flow keuangan.

3. Tidak Mempunyai Cadangan Simpanan
Tak sedikit orang yang memiliki tabungan di bank hanya sebagai tempat untuk menerima setoran gaji dari kantor. Seperti ungkapan ‘jangan menyimpan telur di dalam satu keranjang’, simpan uang Anda di beberapa instrumen yang berbeda untuk mengurangi resiko. Apabila suatu saat satu keranjang tidak mencukupi, maka masih ada keranjang lain yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial. Cobalah menyimpan sebagian uang dalam bentuk lain seperti Emas. Nilai Emas yang cenderung naik dalam jangka panjang membuat Emas menjadi instrumen yang terlindung dari inflasi.

4. Tidak Disiplin dalam Mengelola Keuangan
Mengelola keuangan memang terasa sulit dilakukan karena belum terbiasa. Dari yang biasanya belanja ini itu, sesuai dengan keinginan, sekarang harus mulai membiasakan diri untuk membeli sesuai dengan kebutuhan. Kunci sukses pengelolaan keuangan adalah disiplin terhadap rencana keuangan yang telah dibuat. Ingatlah berbagai kemudahan yang akan dirasakan di masa depan, apabila mulai merasa terbebani saat mengelola keuangan.

5. Menunda Rencana Mengelola Keuangan
Setelah mengetahui poin-poin yang bisa membantu rencana pengelolaan keuangan, sebaiknya lakukan secepat mungkin pengelolaannya sebelum semakin terlambat. Semakin cepat perencanaan keuangan dilakukan, maka resiko kesulitan finansial di masa depan dapat diperkecil. Makanya harus tetap cermat dan jeli dalam menjaga kantong agar tetap aman hingga masa mendatang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana



Close Ads