Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 April 2022 | 19.03 WIB

Ngeri, Limbah Produk Kecantikan Ternyata Berbahaya Bagi Lingkungan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Tanpa kita sadari, limbah produk kecantikan atau kosmetik ternyata sangat berbahaya bagi lingkungan. Jika dibiarkan menumpuk, sisa-sisa produk kecantikan dalam berbagai bentuk (biasanya bermaterial plastik) ditambah bahan kimia yang terkandung di dalamnya turut memengaruhi kelangsungan ekosistem lainnya.

Parahnya lagi, Indonesia juga dilaporkan merupakan negara dengan produksi sampah plastik yang besar. Mengutip data Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) tahun 2021, Indonesia menghasilkan sekitar delapan juta ton sampah plastik tiap tahun.

Sayangnya, dari angka delapan juta sampah plastik yang dihasilkan, hanya tiga juta ton diantaranya yang dapat diolah. Sisanya, terbuang percuma atau bahkan mengotori dan menjadi masalah bagi lingkungan.

Ambil bagian dalam mereduksi sampah plastik sisa produk kosmetik dan kecantikan, platform e-commerce Blibli mengajak warga Surabaya untuk peduli akan hal tersebut. Melalui partisipasinya di Surabaya X Beauty sebagai official e-commerce partner selama beberapa haru lalu, Blibli berhasil mengumpulkan lebih dari 12.000 kemasan produk kecantikan serta hampir 5.000 kardus kemasan produk kecantikan dari ribuan orang.

"Kampanye Cinta Bumi, sekaligus mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menjalankan gaya hidup yang eco-friendly secara menyeluruh dan berkelanjutan," ujar Yolanda Nainggolan, VP Public Relations Blibli.

Dia menambahkan, keterlibatan Blibli Cinta Bumi di Surabaya X Beauty diklaim merupakan wujud komitmen perusahaan menerapkan konsep ESG (Environmental, Social, Governance) di setiap kebijakannya. Hal ini juga disebut sejalan dengan prinsip Blibli sebagai e-commerce dengan bisnis berkelanjutan.

Yolanda menyebut, Blibli sendiri telah menerapkan prinsip ESG di berbagai kegiatan operasionalnya. Diantaranya, daur ulang sampah plastik dan kardus kemasan, penanaman pohon, waste upcycling, pembangunan tank tadah hujan dan mengolahnya untuk keperluan operasional di berbagai gudang mereka

"Sejalan dengan prinsip tersebut, program Cinta Bumi ini juga merupakan upaya kami untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan isu lingkungan dari penggunaan produk kecantikan dengan mengajak mereka mendaur ulang kemasan produk," lanjut Yolanda.

Seluruh sampah kosmetik ini selanjutnya akan diolah kembali menjadi barang baru bersama mitra-mitra Blibli yang turut melibatkan komunitas perempuan, difabel, dan pengungsi. Semuanya diolah sesuai konsep sustainable business berbasis ESG oleh Blibli, yang dalam hal ini terkait dengan pemberdayaan komunitas.

Selain di Surabaya, saat ini, program Cinta Bumi juga menghadirkan Collection Boxes yang berada di berbagai lokasi di Jabodetabek untuk mengumpulkan sampah kardus dan plastik. Selain itu, e-commerce tersebut juga mendorong pelanggan dan karyawan untuk mengumpulkan kardus dan plastik melalui kurir BES sebagai agen pengumpul sampah saat mengantar produk.

Sampah yang terkumpul dikelola kembali untuk didaur ulang menjadi filler material pengganti bubble wrap untuk membungkus produk yang dibeli di Blibli. Selain itu, tiap 10 kardus yang dikumpulkan memiliki nilai satu pohon yang akan Blibli tanam ke depannya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore