
Poppy Dharsono dan para desainer di ajang IFW 2018
JawaPos.com - Perhelatan tahunan mode dalam Indonesia Fashion Week (IFW) diharapkan tak sekadar menjadi simbol atau seremoni belaka. Akan tetapi, ajang jni diharapkan berkelanjutan dan berkesinambungan memajukan fashion tanah air untuk bersaing di mancanegara.
Harapan itu diungkapkan oleh President Of Indonesia Fashion Week 2018, Poppy Dharsono, yang juga desainer legendaris. Poppy menjelaskan pelaksanaan IFW yang sudah kali ke-7 tentu bukan hanya ajang dari tahun ke tahun.
"Jika ingin bangun dan bantu support industri kecil di bidang craft fashion itu butuh waktu puluhan tahun. IFW adalah waktu yang sangat sedikit yang kami persembahkan. Bahwa IFW mampu menjadi katalisator dunia fashion industri," kata Poppy dalam konferensi pers, Rabu (28/3).
Kesinambungan industri fashion dimulai dari benang tekstil, kancing, batik, ikat, lurik sampai ke perhiasan aksesoris hingga ke make-up dan hair do.
"Data dari 20 tahun lalu saja, Indonesia memiliki beberapa kali income yang sama dengan Singapura. Karena budaya kita sangat luas dan dalam harus kita gali tak cukup dari tahun ke tahun saja," papar Poppy.
Sehingga, lanjut Poppy, ajang IFW menjadi wadah kekayaan luar biasa dan inspirasi dari desainer untuk bisa berbeda. Tanpa itu, desainer lokal tak akan mampu bersaing dengan desainer internasional.
"Maka tak akan mampu bersanding dengan Chanel dan Gucci. Industri berbasis budaya mampu berikan kekayaan dan needs produk," kata Poppy.
Poppy juga bangga dengan banyaknya ajang pagelaran fashion week yang bisa memperkuat positioning dengan basis kultur. Setiap fashion week, lanjutnya, memiliki keunikan sendiri dengan ciri khas tertentu.
"Jakarta Fashion Week memberikan branding pada yang muda. Menurut saya tak cukup berikan servis pada dunia fashion hanya dengan fashion week di Indonesia yang begitu besarnya. Budaya beribu ragam. Ajang fashion week tak perlu disatukan karena masing-masing punya ruh sendiri," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
