Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 November 2025 | 15.29 WIB

Berani Memulai, Berani Berhenti: Strategi Menghadapi Sunk Cost Fallacy Secara Sehat

Ilustrasi Sunk Cost Fallacy. (Freepik) - Image

Ilustrasi Sunk Cost Fallacy. (Freepik)

JawaPos.com - Sunk cost fallacy, atau yang sering disebut sebagai “efek biaya hangus”, adalah bias kognitif di mana seseorang terus berinvestasi pada suatu usaha hanya karena sudah mengeluarkan banyak sumber daya meskipun logika menunjukkan bahwa berhenti bisa lebih bijak.

Dalam psikologi, fenomena sunk cost fallacy sangat umum dan bisa berdampak signifikan pada keputusan hidup sehari-hari. Menurut Halodoc, kecenderungan ini muncul karena perasaan rugi dan ketidakmampuan untuk mengakui bahwa keputusan sebelumnya mungkin keliru.

Penyebabnya bisa sangat beragam, bisa mulai dari rasa tidak ingin kehilangan apa yang telah dikeluarkan, hingga komitmen emosional terhadap keputusan lama. Hello Sehat menyoroti bahwa faktor seperti “loss aversion” (takut merugi) dan disonansi kognitif juga menjadi pemicu kuat terjadinya sunk cost fallacy.

Dampak dari terus terjebak dalam perangkap ini bisa berat, mulai dari pemborosan waktu dan uang, stres yang berkepanjangan, hingga peluang yang hilang. Karena itulah penting untuk mengenali bias ini dan belajar strategi konkret agar bisa mengambil keputusan lebih rasional dan sehat.

Pengertian dan Penyebab Sunk Cost Fallacy

Sunk cost fallacy terjadi ketika kita merasa “sudah terlanjur” berinvestasi dalam suatu hal, bisa berupa uang, waktu, tenaga, atau emosi sehingga sulit untuk mundur meski hasilnya tidak positif. Kecenderungan ini berkaitan erat dengan keengganan mengakui kesalahan karena kita sudah mengorbankan banyak.

Salah satu penyebab utama adalah loss aversion, yakni rasa takut mengalami kerugian yang membuat manusia lebih memilih untuk mempertahankan sesuatu yang merugikan demi menghindari kerugian itu. Selain itu, ada keterlibatan ego yaitu keinginan menjaga citra diri sebagai pengambil keputusan yang “baik” yang membuat kita enggan menyerah.

Tak kalah penting, disonansi kognitif juga berperan. Ketika kita menyadari bahwa keputusan kita salah, muncul ketidaknyamanan mental, dan untuk meredamnya, kita memilih untuk terus maju agar diri kita sendiri merasa “benar sebelumnya”.

Cara Menghadapi Sunk Cost Fallacy

1. Fokus ke Masa Depan

Alihkan perhatian dari apa yang sudah dikeluarkan ke kemungkinan apa yang bisa dicapai jika kamu membuat keputusan berdasarkan situasi masa depan, bukan masa lalu.

2. Evaluasi Secara Objektif

Libatkan orang lain seperti teman, rekan kerja, atau mentor untuk menilai situasi tanpa beban emosional, sehingga keputusan bisa lebih rasional.

3. Terima Kerugian Sebagai Pelajaran

Sadari bahwa kehilangan, kesalahan, dan kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Mengakui bahwa suatu investasi gagal adalah tanda kedewasaan, bukan kegagalan total.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore