Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 November 2025 | 15.46 WIB

8 Tanda Red Flag yang Tidak Boleh Anda Abaikan di Awal Hubungan Menurut Psikolog, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang terlihat red flags di awal hubungan. (Freepik/prostock-studio) - Image

seseorang yang terlihat red flags di awal hubungan. (Freepik/prostock-studio)


JawaPos.com - Memulai hubungan baru sering membawa euforia: pesan yang intens, debaran manis, imajinasi masa depan yang terasa begitu dekat. 
 
Namun menurut banyak psikolog, masa awal hubungan justru adalah periode paling penting untuk mengamati pola, karena sinyal-sinyal kecil bisa mengungkap gambaran besar tentang bagaimana hubungan akan berkembang.

Di balik senyum dan perhatian, ada tanda bahaya tertentu yang kerap diabaikan karena kita terlalu ingin percaya bahwa semua akan baik-baik saja. 
 
Padahal, mengabaikan alarm sejak dini bisa membawa Anda pada hubungan yang melelahkan secara emosional.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (21/11), terdapat 8 tanda bahaya di awal hubungan yang sebaiknya tidak Anda abaikan.

1. Mereka Terlalu Cepat Mengungkapkan Cinta atau Komitmen (Love Bombing)


Beberapa orang mengira perhatian berlebihan sebagai tanda ketulusan, padahal bisa jadi itu love bombing, strategi manipulatif yang terlihat manis di permukaan.

Contohnya:

Baru beberapa hari kenal sudah bilang “Kamu jodohku.” Mengirim pesan intens tanpa jeda. Mendorong komitmen cepat, seperti “Kita hidup bersama saja!”

Psikolog menyebut pola ini sebagai bentuk idealization, yaitu menempatkan Anda di atas pedestal sebelum mereka mulai mengontrol atau menarik kembali kasih sayang sebagai bentuk kekuasaan.

2. Mereka Tidak Menghormati Batasan yang Anda Buat


Hubungan sehat selalu butuh ruang. Namun jika seseorang:

- memaksa Anda selalu membalas pesan cepat,

- ikut campur urusan pribadi,

- menuntut akses penuh pada ponsel atau media sosial,

Itu adalah tanda serius bahwa mereka tidak menghormati privasi dan batas emosional Anda.

Psikolog menekankan: orang yang tidak menghormati batasan sejak awal akan makin sulit diajak kompromi ke depannya.

3. Mereka Sering Meremehkan Perasaan Anda


Saat Anda menyampaikan ketidaknyamanan dan respons mereka adalah: “Kamu lebay.” “Kok sensitif banget?” “Itu cuma bercanda!”. Itu pertanda kurangnya emotional validation.

Meremehkan perasaan pasangan adalah pola awal gaslighting, yaitu membuat Anda meragukan persepsi dan emosi sendiri.

4. Anda Selalu Harus Menghindari Konflik Agar Hubungan Lancar


Pada awal hubungan, perbedaan kecil wajar terjadi.  Namun Anda patut waspada bila Anda:

- merasa harus selalu mengalah,

- takut menyinggung mereka,

- atau merasa hubungan bisa rusak hanya karena perbedaan kecil.

Psikolog menyebut ini sebagai power imbalance, di mana satu pihak dominan dan pihak lain menekan diri sendiri demi menjaga kedamaian semu.

5. Mereka Memiliki Pola Hubungan Masa Lalu yang Tidak Transparan


Tidak harus menceritakan semuanya, tetapi tanda bahaya muncul ketika mereka: menghindari pembicaraan tentang masa lalu secara ekstrem, hanya menyalahkan mantan tanpa refleksi diri, punya riwayat hubungan yang sangat singkat dan berulang.

Pola masa lalu sering mencerminkan dinamika emosional mereka sekarang. Jika mereka tidak bisa menjelaskan apa yang dipelajari dari hubungan sebelumnya, ada kemungkinan siklus yang sama akan terulang.

6. Mereka Cemburu Berlebihan Bahkan Tanpa Pemicu Jelas


Rasa cemburu ringan normal. Namun jika di awal hubungan saja mereka:

- mempertanyakan setiap teman lawan jenis Anda,

- memonitor aktivitas Anda,

- atau kesal hanya karena Anda sibuk dengan keluarga,

Itu pertanda kontrol emosional yang lemah. Psikolog melihat cemburu ekstrem sebagai refleksi insecure attachment, dan sering berkembang menjadi perilaku posesif.

7. Perkataan dan Tindakan Mereka Tidak Konsisten


Konsistensi adalah dasar kepercayaan.  Ketika seseorang sering berkata:

“Aku akan datang,” tapi tidak muncul, “Aku akan berubah,” tapi tetap sama, “Aku serius,” tapi tindakannya menunjukkan sebaliknya,

Itu adalah tanda bahwa mereka belum stabil atau belum siap berkomitmen secara emosional.

Psikolog menyebut pola ini sebagai cognitive dissonance: jarak antara kata-kata dan perilaku yang menimbulkan ketidakpastian emosional.

8. Anda Merasa Kehilangan Diri Sendiri


Ini adalah alarm terbesar—dan sering kali paling halus.  Tanda-tandanya antara lain:

Anda mulai meninggalkan hobi demi mereka.

Anda menyesuaikan opini agar mereka suka.

Anda merasa tidak bebas menjadi diri sendiri.

Menurut psikolog, hubungan sehat membuat seseorang berkembang, bukan mengecil. 
 
Jika Anda merasa “menyusut,” itu tanda bahaya bahwa dinamika hubungan tidak sehat.

Kesimpulan: Dengarkan Tanda Kecil Sebelum Menjadi Masalah Besar


Awal hubungan adalah waktu terbaik untuk melihat pola. 
 
Tanda-tanda kecil yang muncul bukan sesuatu yang harus ditutup mata, karena hubungan yang baik tidak menimbulkan rasa takut, cemas, atau kehilangan diri sendiri.

Intinya:

Perhatikan bagaimana mereka memperlakukan Anda.

Rasakan bagaimana perasaan Anda saat bersama mereka.

Jangan abaikan intuisi.

Hubungan yang sehat memberi ruang untuk bernafas, menunjukkan konsistensi, dan membuat Anda lebih kuat secara emosional—bukan sebaliknya.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore