
ilustrasi wajah tirus
JawaPos.com - Bedah plastik untuk membetulkan maupun mepercantik struktur tubuh memang sudah sering didengar. Tapi ternyata, bedah plastik terdiri dari dua jenis berdasarkan manfaatnya. Yakni bedah plastik estetik dan rekonstruksi. Lalu, apa bedanya?
Dilansir dari ANTARA, Jumat (26/5), Praktisi kesehatan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dr Hardi Soedjana menjelaskan, bedah plastik estetik itu untuk yang fisik sebelumnya normal kemudian ingin diperbagus.sedangkan bedah plastik rekonstruksi tujuannya untuk membentuk fisik yang tadinya tidak normal menjadi normal kembali atau setidaknya mendekati.
Hardi mengatakan bedah plastik estetik dilakukan kepada orang yang ingin memiliki bentuk fisik tertentu seperti hidung mancung atau bibir berbentuk seperti huruf M, dan lain sebagainya.
Sedangkan, sambungnya, bedah plastik rekonstruksi bisa dilakukan kepada orang yang memiliki ketidaknormalan bentuk fisik baik yang diakibatkan oleh kecelakaan, ataupun yang bawaan seperti bibir sumbing.
Meskipun sama dalam hal bedah plastiknya, Dia melanjutkan, tidak sembarang dokter dapat melakukan bedah plastik estetik karena diperlukan pengalaman bertahun-tahun untuk dapat melakukannya dengan baik.
"Dalam bedah plastik estetik, dokter memiliki kemampuan khusus untuk menyembunyikan luka, dengan metode tertentu yang diperoleh dengan pengalaman yang tidak singkat," ungkapnya.
Dia menyarankan kepada calon pasien agar teliti dalam memilih dokter dan klinik sebelum melakukan operasi agar hasil yang didapatkan lebih maksimal.
Dia juga mengatakan seluruh dokter yang hendak melakukan operasi bedah plastik baik estetik ataupun rekonstruksi wajib memberi pemahaman kepada calon pasien tentang prosedur yang akan dilakukan serta risiko apapun yang akan diterima meskipun hanya sebesar nol koma sekian persen.
Selain itu, sambungnya, tidak seluruh calon pasien dapat menjalani operasi bedah plastik karena seluruh pasien harus memenuhi standar agar dapat dioperasi.
Dia menjelaskan seluruh calon pasien harus terlebih dahulu diperiksa kelenturan kulit, ketebalan, hingga penyakit yang berkaitan dengan bagian tubuh yang hendak dioperasi.
"Juga diperiksa penyakit bawaannya, apakah memiliki hemofilia, darah tidak dapat membeku, atau diabetes sehingga tidak menimbulkan penyakit pascaoperasi," imbuhnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan operasi agar berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan operasi bedah plastik untuk menghindari risiko terburuk pascaoperasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
