Kembali unjuk gigi di panggung Dubai Fashion Week, Buttonscarves menunjukkan kalau modest fashion Indonesia memang layak jadi perhatian. (Paolo Lanzi - Carlo Scarpato / Gorunway.com)
JawaPos.com – Modest fashion Indonesia terus tumbuh secara global seiring dengan makin banyaknya pada desainer dan brand yang berani unjuk gigi di luar negeri. Keunikan modest fashion Indonesia dengan membawa budaya pun menjadi kekuatan tersendiri.
Diungkapkan Linda Anggrea selaku CEO Buttonscarves, banyak desainer dan brand modest Indonesia yang tampil di panggung mode internasional sebenarnya menjadi kabar baik. Karena Indonesia sedang menunjukkan potensi besarnya di industri modest fashion.
Tapi, sekadar tampil saja tidak cukup. Berdasarkan pengalamannya bersama brand-nya, Linda melihat konsumen global memiliki ekspektasi yang tinggi akan kualitas, konsistensi branding, storytelling, serta pengalaman yang ditawarkan oleh sebuah brand.
“Untuk itu, kami di Buttonscarves selalu berusaha menghadirkan koleksi dengan standar internasional, mulai dari desain yang relevan secara global, pemilihan material berkualitas tinggi, hingga pendekatan visual dan kampanye yang kuat,” ujar Linda dalam wawancaranya dengan JawaPos.com baru-baru ini.
Selama 2025 pun, ungkap Linda, jenama yang dipimpinnya berusaha konsisten untuk tampil di panggung mode. Tak hanya di runway tapi masuk lebih dalam ke kegiatan lainnya. Misalnya seperti Desert Takeover di Dubai hingga Buttonscarves Paris Takeover. Bahkan, kerja sama dengan model dunia, Halima, pun dilakukan Buttonscarves.
Ekspansi merek pun dilakukan dengan membuka store pertamanya di Jewel Changi Airport. Pembukaan store pertama kami di Singapura menjadi momen penting bagi Buttonscarves. Sebagai hub regional dengan jangkauan internasional.
Bahkan, dirinya pun menjadi bagian dari NEXT IN VOGUE di Singapura. Bergabung dengan sederet sosok berpengaruh dari kawasan Asia, Linda berbagi pandangannya tentang perkembangan modest fashion yang kini bukan lagi segmen kecil, tetapi bagian penting dari percakapan fashion global.
“Ini bukti bahwa modest fashion kini punya peran dalam membentuk babak baru industri fashion dunia,” tukasnya.
Keunikan Budaya Sebagai Identitas dan Kekuatan
Diakui Linda, respons dari publik internasional sejauh ini sangat positif terhadap brand-nya. Hal ini terlihat dari banyak apresiasi bagaimana Buttonscarves mampu menghadirkan modest fashion dengan sentuhan modern dan elegan, namun tetap membawa identitas brand di dalamnya.
Menurut Linda, posisi modest fashion Indonesia memang semakin kuat di kancah global. Tentunya masih ada ruang besar untuk bertumbuh. “Kita memiliki kreativitas, keunikan, dan nilai budaya yang menjadi kekuatan besar, namun perlu terus diimbangi dengan strategi branding, kolaborasi, dan eksekusi yang berkelas dunia agar bisa bersaing dengan brand global lainnya,” tutupnya.
Bicara soal kekuatan modest fashion, dalam penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026, Menteri Perdagangan Budi Santoso, modest fashion bukan sekadar tren berpakaian, melainkan cerminan identitas, karakter, serta nilai-nilai budaya dan keanggunan masyarakat Indonesia.
“Gaya berpakaian yang menonjolkan kesopanan dan keanggunan dapat tampil modern, kreatif, serta memiliki daya saing di pasar global,” ujar Mendag Budi Susanto.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
