Ilustrasi mata perempuan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Sebagian besar dari kita pernah mengalami kedutan tiba-tiba di salah satu kelopak mata yang tak kunjung berhenti.
Meskipun sains mengaitkannya dengan kelelahan, stres, atau terlalu banyak kafein, astrologi Tiongkok mengambil pandangan yang lebih simbolis, seperti dilansir sunsigns.
Bagi banyak orang, kedutan mata bukanlah sesuatu yang acak. Itu adalah pesan dari alam semesta soal keberuntungan, rezeki, atau peristiwa yang akan datang.
Kepercayaan Kuno di Balik Kedutan Mata
Astrologi Tiongkok mengajarkan bahwa tubuh manusia dipengaruhi oleh aliran energi kosmik yang konstan dari planet dan bintang. Mata sangat sensitif terhadap perubahan ini.
Kedutan mata kiri mendatangkan kekayaan, mata kanan mendatangkan masalah.
Kedutan Mata Kiri: Tanda Keberuntungan
Bagi pria, kedutan di mata kiri dianggap sebagai pertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa keberuntungan akan datang, sering dikaitkan dengan uang, kesuksesan, atau kabar baik.
Kedutan Mata Kanan: Tanda Peringatan
Di sisi lain, kedutan di mata kanan sering dianggap sebagai peringatan. Dalam astrologi Tiongkok, mata kanan dikaitkan dengan tantangan.
Waktu

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
