
Ilustrasi sepasang turis dengan pakaian kasual belanja di pasar. (Freepik)
JawaPos.com - Saat melakukan perjalanan ke luar negeri, turis dari Amerika sering kali menunjukkan perilaku khas yang berbeda dari penduduk lokal. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa tindakan kecil ini telah membuat mereka langsung dikenali sebagai orang asing. Perbedaan ini biasanya berkaitan dengan norma budaya dan harapan sosial di tempat baru.
Melansir dari Geediting.com Senin (29/9), terdapat delapan kebiasaan umum yang secara konsisten membedakan mereka. Perilaku ini sering kali muncul karena perbedaan budaya yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita telaah delapan kebiasaan tersebut yang sering kali tidak disadari.
1. Volume dan Antusiasme yang Jelas
Volume suara yang mereka gunakan dalam percakapan sering kali terlalu keras di ruang publik. Apa yang dianggap antusias atau ramah di Amerika dapat terlihat mengganggu di negara lain. Sedikit menahan diri dalam volume suara dapat menunjukkan rasa hormat.
2. Kebiasaan Memberi Tip, Membagi Tagihan, dan Isi Ulang
Mereka terbiasa memberi tip besar, meminta tagihan dibagi, dan mengharapkan isi ulang minuman gratis. Di banyak negara, layanan sudah termasuk dalam tagihan dan tip hanyalah pembulatan. Meminta pembagian tagihan yang rumit dapat mengganggu sistem layanan lokal.
3. Pesanan Khusus, Es Batu Ekstra, dan Wadah Bawa Pulang
Turis Amerika sering meminta modifikasi menu yang rumit atau es batu ekstra pada setiap minuman. Di luar negeri, komposisi masakan koki adalah poin utamanya, dan es batu bukan sesuatu yang lumrah. Meminta wadah "to-go" juga jarang terjadi di tempat yang mengutamakan pengalaman bersantap.
4. Pakaian Santai, Topi, dan Sepatu Olahraga Besar
Pakaian santai seperti athleisure, topi bisbol di dalam ruangan, dan sepatu olahraga besar sering kali meneriakkan kata "turis". Di banyak kota, penduduk lokal cenderung berpakaian lebih rapi dan kasual. Mengubah gaya berpakaian sedikit lebih formal dapat mengurangi kontras.
5. Kecepatan dan Aura "Waktu adalah Uang"
Mereka cenderung terburu-buru saat makan dan meminta tagihan sebelum piring benar-benar bersih. Di banyak budaya, makan malam adalah pengalaman santai yang harus dinikmati, bukan sekadar mengisi perut. Bersikap terburu-buru dapat dianggap tidak sopan atau kasar.
6. Keterbukaan Cepat dan Pertanyaan Intrusif
Turis Amerika sangat baik dalam memulai interaksi dengan cepat, seringkali dengan senyuman yang hangat. Namun, sisi negatifnya, mereka mungkin berbagi informasi pribadi atau mengajukan pertanyaan yang terlalu cepat. Hal ini bisa terasa terlalu cepat dan mengganggu di budaya yang membangun kepercayaan secara perlahan.
7. Mengambil Ruang Berlebihan dan Salah Memahami Jarak

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
