
Ilustrasi seseorang yang pernah tumbuh sebagai anak kesayangan. (Freepik)
JawaPos.Com - Tidak semua orang menyadari betapa besar pengaruh pola asuh yang mereka terima sejak kecil terhadap cara mereka menjalani hidup ketika dewasa.
Ada anak-anak yang sejak lahir selalu diperlakukan istimewa, dimanjakan, dan diberi perlakuan khusus dibandingkan saudara-saudaranya.
Mereka tumbuh sebagai “anak kesayangan” dengan hak istimewa yang terasa wajar saat masih kecil, namun justru meninggalkan jejak yang sulit hilang ketika beranjak dewasa.
Sering kali, orang-orang seperti ini masih terbawa oleh privilege yang dulu mereka nikmati, tanpa sadar bahwa dunia nyata tidak akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama.
Dalam keseharian, hal ini muncul dalam bentuk sikap, kebiasaan, hingga cara mereka berhubungan dengan orang lain.
Dilansir dari Geediting, inilah sembilan ciri tersembunyi yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang pernah tumbuh sebagai anak kesayangan dan masih sulit melepaskan bayang-bayang privilege masa kecilnya.
1. Mereka Bingung Mengapa Orang Lain Tidak Selalu Mengutamakan Mereka
Sejak kecil, anak kesayangan terbiasa menjadi pusat perhatian. Orang tua, kakek-nenek, atau bahkan guru sering kali memprioritaskan kebutuhan mereka dibandingkan orang lain.
Akibatnya, ketika sudah dewasa, mereka benar-benar tidak mengerti mengapa orang lain tidak akan meninggalkan segalanya hanya untuk membantu mereka.
Mereka bisa merasa kecewa, bingung, bahkan marah ketika seseorang menolak permintaan mereka, seakan-akan hal itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
2. Cerita Mereka Selalu Menampilkan Diri sebagai Pahlawan atau Korban
Jika diperhatikan, anak kesayangan sering kali menceritakan pengalaman hidupnya dengan pola yang sama: mereka selalu menjadi tokoh utama.
Dalam cerita, mereka bisa tampil sebagai pahlawan yang penuh kebaikan atau justru sebagai korban yang patut dikasihani.
Narasi ini membentuk gambaran bahwa hidup mereka selalu istimewa, seakan dunia berputar di sekitar mereka.
3. Sulit Mengucapkan Maaf dengan Tulus

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
