Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 23.52 WIB

Psikologi Mengatakan 7 Perilaku Ini Bisa Memicu Koneksi Instan dengan Orang Lain, Simak Untuk Menjalin Relasi Lebih Dalam

Ilustrasi orang berinteraksi (Freepik) - Image

Ilustrasi orang berinteraksi (Freepik)

 
JawaPos.Com - Secara psikologis, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa diterima, dihargai, dan dipahami. 
 
Oleh karenanya, perilaku tertentu yang diterapkan secara intens akan membantu menembus lapisan formalitas yang sering menjadi penghalang dalam interaksi sosial. 
 
Dengan menunjukkan seperti ketulusan, kerentanan, dan penghargaan, hubungan sosial dapat berkembang lebih cepat dan lebih dalam.

Sementara itu, dilansir dari Expert Editor, dalam dunia psikologi disebutkan terdapat sejumlah perilaku sederhana namun sangat efektif untuk membangun koneksi yang mendalam dengan orang lain. 

Koneksi semacam ini tidak hanya penting dalam membangun pertemanan, tetapi juga berperan besar dalam memperkuat relasi kerja, memperluas jaringan sosial, hingga menciptakan hubungan yang harmonis dengan pasangan.

Banyak orang mengira membangun koneksi harus dilakukan dengan usaha keras atau membutuhkan waktu lama. 

Padahal, melalui beberapa perilaku kecil namun tulus, kita bisa meninggalkan kesan positif sejak awal pertemuan. 

Menariknya, perilaku ini sering kali dianggap sepele, padahal dalam ilmu psikologi, dampaknya begitu besar terhadap persepsi dan perasaan orang lain.

Berikut penjelasan lebih dalam mengenai tujuh perilaku yang disebut mampu memicu koneksi instan dengan orang lain, dirangkum Jawa Pos dari laman Expert Editor. 

1. Kontak Mata yang Tulus

Kontak mata sering dianggap sebagai bahasa non-verbal paling kuat. Ketika seseorang menatap lawan bicara dengan tulus, hal itu mencerminkan perhatian, rasa hormat, dan keterlibatan emosional. 

Psikologi menyebutkan bahwa kontak mata bisa menimbulkan rasa dihargai, sehingga orang lain merasa lebih terbuka untuk berinteraksi.

Namun, perlu dicatat bahwa kontak mata tidak boleh berlebihan. Menatap terlalu lama bisa terasa mengintimidasi, sementara menatap terlalu singkat bisa dianggap tidak peduli. 

Kuncinya adalah menjaga tatapan yang natural, santai, dan disertai dengan ekspresi wajah ramah.

2. Mencerminkan Bahasa Tubuh yang Baik

Salah satu teknik komunikasi yang sering digunakan oleh terapis maupun negosiator adalah mirroring atau mencerminkan bahasa tubuh lawan bicara. 

Ketika seseorang tanpa sadar meniru gerakan atau ekspresi orang lain, otak lawan bicara akan menangkap sinyal keselarasan.

Misalnya, jika lawan bicara duduk dengan posisi rileks, kita bisa menyesuaikan diri dengan postur yang sama. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore