Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 04.41 WIB

Biaya Popok Kain vs Popok Sekali Pakai: Mana yang Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan?

Ilustrasi kumpulan popok kain (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Selain susu, popok menjadi salah satu pengeluaran besar yang sering dipertimbangkan dalam memenuhi kebutuhan bayi. Namun, di balik biaya yang tidak sedikit, popok bayi juga menimbulkan masalah lingkungan yang serius.

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), popok sekali pakai yang beredar di pasaran mengancam lingkungan. Apalagi, banyak limbah popok yang dibuang sembarangan di sungai, yang merupakan sumber kehidupan. Di Indonesia, limbah popok sekali pakai termasuk jenis sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). BRIN memperkirakan potensi limbah popok mencapai 3.488 ton per hari.

Di tengah tata kelola sampah di Indonesia yang masih dominan mencampur daripada memilah, serta pembuangan ke TPA dengan sistem landfill, banyak sampah popok akhirnya mencemari lingkungan.

Popok Kain: Solusi Ramah Lingkungan

Popok kain atau yang biasa disebut clodi bisa menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah popok sekali pakai. Popok ini terbuat dari kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Berbagai jenis dan bahan popok kain tersedia di pasaran, seperti microfiber, bambu, atau katun, tergantung pada mereknya.

Selain mengurangi timbunan sampah B3, popok kain juga dinilai dapat menghemat pengeluaran. Ini karena popok kain dapat digunakan ulang tanpa harus membeli lagi setiap kali kotor.

Perbandingan Biaya Popok Kain vs. Popok Sekali Pakai

Setiap merek popok, baik popok kain maupun popok sekali pakai, memiliki harga yang berbeda. Berikut adalah simulasi hitungan biaya berdasarkan akun YouTube @SustainableJungle:

Jika kita melihat harga satuan popok sekali pakai ukuran XXL yang umum digunakan, harganya sekitar Rp 3.500 per buah di Pulau Jawa. Harga ini bisa berbeda di setiap daerah. Bayi baru lahir (newborn) menggunakan lebih banyak popok, sekitar 6–8 popok per hari, dengan anjuran penggantian setiap 4 jam sekali. Dengan demikian, biaya popok sekali pakai dalam sehari adalah Rp 28.000 (Rp 3.500 x 8). Dalam setahun, total popok yang digunakan bisa mencapai 2.920 buah, dengan total biaya sekitar Rp 10.220.000.

Sementara itu, untuk popok kain, jika kita menggunakan 16 popok (8 popok untuk sehari ditambah 8 cadangan untuk bergantian cuci), dengan harga rata-rata satu popok kain untuk bayi baru lahir adalah Rp 35.000, total biaya yang dikeluarkan di awal adalah Rp 560.000. Setelah pembelian ini, tidak ada lagi pengeluaran popok selama setahun.

Biaya yang tidak termasuk dalam perhitungan ini adalah sabun cuci dan air. Disarankan menggunakan sabun cuci khusus popok kain atau sabun cuci bayi yang lembut dan tanpa pewangi untuk menghindari iritasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore