Ilustrasi kumpulan popok kain (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Selain susu, popok menjadi salah satu pengeluaran besar yang sering dipertimbangkan dalam memenuhi kebutuhan bayi. Namun, di balik biaya yang tidak sedikit, popok bayi juga menimbulkan masalah lingkungan yang serius.
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), popok sekali pakai yang beredar di pasaran mengancam lingkungan. Apalagi, banyak limbah popok yang dibuang sembarangan di sungai, yang merupakan sumber kehidupan. Di Indonesia, limbah popok sekali pakai termasuk jenis sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). BRIN memperkirakan potensi limbah popok mencapai 3.488 ton per hari.
Di tengah tata kelola sampah di Indonesia yang masih dominan mencampur daripada memilah, serta pembuangan ke TPA dengan sistem landfill, banyak sampah popok akhirnya mencemari lingkungan.
Popok Kain: Solusi Ramah Lingkungan
Popok kain atau yang biasa disebut clodi bisa menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah popok sekali pakai. Popok ini terbuat dari kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Berbagai jenis dan bahan popok kain tersedia di pasaran, seperti microfiber, bambu, atau katun, tergantung pada mereknya.
Selain mengurangi timbunan sampah B3, popok kain juga dinilai dapat menghemat pengeluaran. Ini karena popok kain dapat digunakan ulang tanpa harus membeli lagi setiap kali kotor.
Perbandingan Biaya Popok Kain vs. Popok Sekali Pakai
Setiap merek popok, baik popok kain maupun popok sekali pakai, memiliki harga yang berbeda. Berikut adalah simulasi hitungan biaya berdasarkan akun YouTube @SustainableJungle:
Jika kita melihat harga satuan popok sekali pakai ukuran XXL yang umum digunakan, harganya sekitar Rp 3.500 per buah di Pulau Jawa. Harga ini bisa berbeda di setiap daerah. Bayi baru lahir (newborn) menggunakan lebih banyak popok, sekitar 6–8 popok per hari, dengan anjuran penggantian setiap 4 jam sekali. Dengan demikian, biaya popok sekali pakai dalam sehari adalah Rp 28.000 (Rp 3.500 x 8). Dalam setahun, total popok yang digunakan bisa mencapai 2.920 buah, dengan total biaya sekitar Rp 10.220.000.
Sementara itu, untuk popok kain, jika kita menggunakan 16 popok (8 popok untuk sehari ditambah 8 cadangan untuk bergantian cuci), dengan harga rata-rata satu popok kain untuk bayi baru lahir adalah Rp 35.000, total biaya yang dikeluarkan di awal adalah Rp 560.000. Setelah pembelian ini, tidak ada lagi pengeluaran popok selama setahun.
Biaya yang tidak termasuk dalam perhitungan ini adalah sabun cuci dan air. Disarankan menggunakan sabun cuci khusus popok kain atau sabun cuci bayi yang lembut dan tanpa pewangi untuk menghindari iritasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
