Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12.44 WIB

Benarkah Alam Bawah Sadar Mengendalikan Hidup Kita? Teori Freud Ungkap Fakta di Balik Kepribadian

Ilustrasi contoh perilaku self sabotage yang biasanya terjadi pada seseorang/freepik.com - Image

Ilustrasi contoh perilaku self sabotage yang biasanya terjadi pada seseorang/freepik.com

JawaPos.com – Sejak abad ke-20, nama Sigmund Freud selalu identik dengan teori kepribadian dan psikoanalisis. Freud memperkenalkan gagasan bahwa perilaku manusia tidak sepenuhnya digerakkan oleh kesadaran, melainkan juga dipengaruhi oleh alam bawah sadar. Pertanyaannya, bagaimana konsep ini bekerja dalam membentuk kepribadian?

Apa Itu Alam Bawah Sadar Menurut Freud?

Menurut Simply Psychology (2023), alam bawah sadar adalah bagian pikiran yang menyimpan ingatan, keinginan, dan pengalaman yang tidak kita sadari, tetapi tetap memengaruhi perilaku sehari-hari. Freud membagi struktur kepribadian ke dalam tiga bagian utama: id, ego, dan superego.

  • Id berisi dorongan insting dasar seperti kebutuhan biologis dan keinginan primitif.

  • Ego berperan menyeimbangkan dorongan id dengan realitas.

  • Superego mencerminkan nilai moral dan norma sosial yang tertanam sejak kecil.

  • Freud menegaskan bahwa kepribadian lahir dari interaksi ketiga elemen tersebut, sehingga perilaku manusia tidak sesederhana yang tampak di permukaan.

    Bagaimana Alam Bawah Sadar Membentuk Kepribadian?

    Menurut artikel Sampoerna University (2023), banyak perilaku sehari-hari merupakan hasil konflik antara id, ego, dan superego. Misalnya, ketika seseorang menahan amarah demi menjaga hubungan sosial, hal itu menunjukkan dominasi superego atas id.

    Halodoc (2023) menambahkan bahwa pengalaman masa kecil juga terekam dalam alam bawah sadar dan berpengaruh besar terhadap kepribadian saat dewasa. Trauma, pola asuh, hingga relasi dengan orang tua membentuk cara seseorang merespons berbagai situasi di kemudian hari.

    Psikologi UST Jogja (2015) menjelaskan, kecemasan yang dialami seseorang bisa menjadi tanda adanya konflik bawah sadar. Misalnya, individu yang selalu merasa tidak percaya diri mungkin menyimpan pengalaman penolakan di masa lalu yang belum terselesaikan.

    Dalam Jurnal Universitas Pasundan (2022), disebutkan bahwa mekanisme pertahanan diri seperti represi (menekan ingatan buruk) dan proyeksi (menyalahkan orang lain atas perasaan sendiri) adalah cara alam bawah sadar melindungi ego dari tekanan.

    Mengapa Teori Freud Masih Relevan?

    Meski menuai kritik, teori Freud tetap dianggap penting dalam psikologi modern. Menurut Ejournal Unesa (2023), gagasan Freud menjadi dasar bagi banyak terapi psikologi, khususnya psikoterapi psikoanalisis. Hingga kini, metode eksplorasi alam bawah sadar seperti free association dan analisis mimpi masih digunakan dalam praktik klinis.

    Selain itu, Freud menilai mimpi sebagai “jalan menuju alam bawah sadar” karena sering kali memunculkan konflik batin yang tidak tersampaikan dalam realitas. Misalnya, mimpi dikejar bisa mencerminkan usaha seseorang menghindari masalah yang belum terselesaikan.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore