
Ilustrasi contoh perilaku self sabotage yang biasanya terjadi pada seseorang/freepik.com
JawaPos.com – Sejak abad ke-20, nama Sigmund Freud selalu identik dengan teori kepribadian dan psikoanalisis. Freud memperkenalkan gagasan bahwa perilaku manusia tidak sepenuhnya digerakkan oleh kesadaran, melainkan juga dipengaruhi oleh alam bawah sadar. Pertanyaannya, bagaimana konsep ini bekerja dalam membentuk kepribadian?
Apa Itu Alam Bawah Sadar Menurut Freud?
Menurut Simply Psychology (2023), alam bawah sadar adalah bagian pikiran yang menyimpan ingatan, keinginan, dan pengalaman yang tidak kita sadari, tetapi tetap memengaruhi perilaku sehari-hari. Freud membagi struktur kepribadian ke dalam tiga bagian utama: id, ego, dan superego.
Id berisi dorongan insting dasar seperti kebutuhan biologis dan keinginan primitif.
Ego berperan menyeimbangkan dorongan id dengan realitas.
Superego mencerminkan nilai moral dan norma sosial yang tertanam sejak kecil.
Freud menegaskan bahwa kepribadian lahir dari interaksi ketiga elemen tersebut, sehingga perilaku manusia tidak sesederhana yang tampak di permukaan.
Bagaimana Alam Bawah Sadar Membentuk Kepribadian?
Menurut artikel Sampoerna University (2023), banyak perilaku sehari-hari merupakan hasil konflik antara id, ego, dan superego. Misalnya, ketika seseorang menahan amarah demi menjaga hubungan sosial, hal itu menunjukkan dominasi superego atas id.
Halodoc (2023) menambahkan bahwa pengalaman masa kecil juga terekam dalam alam bawah sadar dan berpengaruh besar terhadap kepribadian saat dewasa. Trauma, pola asuh, hingga relasi dengan orang tua membentuk cara seseorang merespons berbagai situasi di kemudian hari.
Psikologi UST Jogja (2015) menjelaskan, kecemasan yang dialami seseorang bisa menjadi tanda adanya konflik bawah sadar. Misalnya, individu yang selalu merasa tidak percaya diri mungkin menyimpan pengalaman penolakan di masa lalu yang belum terselesaikan.
Dalam Jurnal Universitas Pasundan (2022), disebutkan bahwa mekanisme pertahanan diri seperti represi (menekan ingatan buruk) dan proyeksi (menyalahkan orang lain atas perasaan sendiri) adalah cara alam bawah sadar melindungi ego dari tekanan.
Mengapa Teori Freud Masih Relevan?
Meski menuai kritik, teori Freud tetap dianggap penting dalam psikologi modern. Menurut Ejournal Unesa (2023), gagasan Freud menjadi dasar bagi banyak terapi psikologi, khususnya psikoterapi psikoanalisis. Hingga kini, metode eksplorasi alam bawah sadar seperti free association dan analisis mimpi masih digunakan dalam praktik klinis.
Selain itu, Freud menilai mimpi sebagai “jalan menuju alam bawah sadar” karena sering kali memunculkan konflik batin yang tidak tersampaikan dalam realitas. Misalnya, mimpi dikejar bisa mencerminkan usaha seseorang menghindari masalah yang belum terselesaikan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
