Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20.24 WIB

Berhenti Overthinking! Ini Rahasia Mindfulness Bikin Hidup Lebih Tenang dan Bahagia

Praktik mindfulness yang terbukti efektif membantu mencegah overthinking dan menjaga kesehatan mental

JawaPos.com – Dalam kehidupan modern yang serba cepat, masalah overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan menjadi tantangan serius bagi kesehatan mental. Fenomena ini membuat seseorang sulit fokus, mudah cemas, bahkan dapat berujung pada depresi jika tidak dikendalikan.

Salah satu metode yang banyak diteliti dan terbukti efektif dalam mencegah overthinking adalah mindfulness. Praktik ini menekankan pada kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul.

Dikutip dari American Psychological Association (APA), mindfulness berperan dalam menurunkan tingkat stres, meningkatkan regulasi emosi, dan membantu individu mengelola pikiran berulang yang sering memicu kecemasan. “Meditasi berbasis mindfulness telah terbukti meningkatkan kualitas hidup dan mencegah pola pikir maladaptif,” tulis APA (apa.org, 2023).

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam National Center for Biotechnology Information (NCBI) juga menguatkan temuan tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa mindfulness membantu individu mengurangi kecenderungan menghindar dari pikiran negatif, sehingga mencegah lingkaran overthinking yang merugikan kesehatan mental.

Lalu, bagaimana sebenarnya mindfulness bekerja dalam pikiran kita? Mindfulness melibatkan pengamatan diri secara sadar terhadap napas, tubuh, dan emosi. Dengan cara ini, individu belajar untuk tidak terjebak pada pikiran masa lalu atau kekhawatiran masa depan.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Dinamika Sosial Sains, praktik mindfulness dapat menurunkan gejala kecemasan hingga 30 persen pada kelompok mahasiswa yang diteliti. Artinya, manfaatnya tidak hanya teoritis, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa overthinking berbahaya?
Overthinking membuat seseorang terjebak dalam pikiran berulang yang sulit dihentikan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menguras energi, menurunkan produktivitas, hingga menimbulkan masalah kesehatan fisik seperti sulit tidur dan tekanan darah tinggi.

Praktik mindfulness membantu memutus rantai ini. Dengan kesadaran penuh, seseorang belajar untuk menerima pikiran tanpa harus terbawa arus olehnya. “Alih-alih melawan pikiran, mindfulness mengajarkan kita untuk mengamatinya dengan tenang,” tulis Psychology Today dalam ulasan tentang mindfulness dan overthinking.

Bagaimana cara memulai mindfulness?
Menurut situs PositivePsychology.com, langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah latihan pernapasan selama lima menit setiap hari. Fokus pada tarikan dan hembusan napas dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi aktivitas pikiran yang berlebihan.

Selain itu, mindfulness juga bisa diterapkan melalui aktivitas sehari-hari, seperti makan dengan perlahan, berjalan tanpa distraksi gawai, hingga menulis jurnal harian. Semua kegiatan ini mengarahkan pikiran pada saat ini, bukan pada kekhawatiran yang belum tentu terjadi.

Di Indonesia, sejumlah penelitian juga mendukung efektivitas mindfulness. Sebuah prosiding dari Universitas Negeri Semarang mencatat bahwa mahasiswa yang rutin melakukan latihan mindfulness menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan akademik.

Siapa yang paling diuntungkan dari mindfulness?
Jawabannya: semua orang. Baik pelajar, pekerja, maupun orang tua bisa mengambil manfaat. Namun, mereka yang cenderung perfeksionis, mudah cemas, atau sering merasa tidak puas terhadap diri sendiri adalah kelompok yang paling membutuhkan mindfulness.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore