Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 21.01 WIB

6 Tanda Penundaan Kronis yang Berbahaya dan Perlu Disadari supaya Tidak Memberikan Efek Buruk

Ilustrasi tanda penundaan kronis yang berbahaya dan perlu disadari. (freepik.com) - Image

Ilustrasi tanda penundaan kronis yang berbahaya dan perlu disadari. (freepik.com)

JawaPos.com - Penundaan kronis bukanlah sekadar menunda tugas sesekali melainkan kebiasaan jangka panjang yang terus berulang. Pola ini bisa berdampak besar terhadap produktivitas, kesehatan mental, dan kualitas hidup. Ketika seseorang terus-menerus menunda pekerjaan penting, tekanan emosional pun meningkat, dan berbagai aspek kehidupan dapat ikut terganggu.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka penundaan kronis dapat menjadi hambatan serius dalam mencapai tujuan pribadi maupun profesional. Dikutip dari Use Mind Scape, berikut ini beberapa tanda penundaan kronis yang berbahaya dan perlu disadari supaya tidak memberikan efek buruk.

1. Sering melewati tenggat waktu

Salah satu tanda umum dari prokrastinasi kronis menjadi kebiasaan terus-menerus melewatkan tenggat waktu atau baru mulai mengerjakan tugas di saat-saat terakhir. Biasanya, ini terjadi akibat seseorang cenderung menghindari tugas hingga tekanan benar-benar memuncak, lalu terpaksa menyelesaikannya dengan tergesa-gesa.

Penelitian menyatakan bahwa perilaku ini sering dipicu oleh emosi negatif yang berhubungan dengan tugas tersebut seperti rasa cemas, takut gagal, atau kurang percaya diri. Alih-alih menghadapi tugas secara langsung, individu cenderung menundanya, yang akhirnya memperburuk tekanan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan.

2. Terus merasa kewalahan dengan tugas-tugas sederhana

Jika kamu sering merasa kewalahan bahkan saat menghadapi tugas-tugas kecil, ini menjadi sinyal bahwa dirimu mengalami prokrastinasi kronis. Kondisi ini sering muncul ketika tidak ada arahan yang jelas atau sistem pengaturan yang terstruktur, sehingga tugas sederhana pun terasa berat dan sulit diselesaikan.

Menurut para ahli, ketika sebuah pekerjaan tampak terlalu rumit, membosankan, atau tidak menyenangkan, para penunda cenderung memilih untuk menghindarinya sepenuhnya. Akibatnya, pekerjaan menumpuk dan rasa stres pun semakin meningkat dari waktu ke waktu.

3. Sulit menentukan prioritas

Apakah kamu sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa benar-benar menyelesaikan salah satunya? Jika ya, ini bisa menjadi salah satu tanda prokrastinasi, terutama jenis kronis. Kebiasaan ini biasanya muncul akibat kesulitan dalam menetapkan prioritas dan kurangnya fokus yang jelas.

Penunda kronis cenderung ragu-ragu dalam menentukan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sehingga energi tersebar dan tidak ada tugas yang benar-benar tuntas. Akibatnya, tumpukan pekerjaan tak selesai makin bertambah dan stres pun ikut meningkat.

4. Menghindari tugas penting

Penunda kronis sering menghindari tugas-tugas penting, terutama yang membutuhkan tenaga emosional atau mental lebih besar. Penyebabnya beragam, mulai dari rasa takut gagal, ketidaknyamanan menghadapi tantangan, hingga dorongan perfeksionisme yang membuat mereka ragu memulai.

Menurut penelitian, banyak penunda lebih memilih mengalihkan perhatian pada aktivitas yang lebih menyenangkan sebagai cara menghindari tekanan dan ketegangan yang muncul ketika menghadapi tugas sulit. Sayangnya, kebiasaan ini justru memperpanjang penundaan dan menghambat kemajuan.

5. Perasaan bersalah dan malu

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore