Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 16.05 WIB

Mengharapkan Jalinan Kuat dengan Cucu? Ucapkan Selamat Tinggal pada 10 Kebiasaan Berikut Ini

Ilustrasi seorang kakek dan cucu duduk bersama di taman, berbicara dengan santai, menunjukkan hubungan yang hangat dan saling menghormati. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang kakek dan cucu duduk bersama di taman, berbicara dengan santai, menunjukkan hubungan yang hangat dan saling menghormati. (Freepik)

JawaPos.com - Hubungan antara kakek-nenek dan cucu sering kali berubah seiring berjalannya waktu. Ikatan itu bisa saja memudar saat cucu tumbuh dari anak-anak menjadi dewasa. Namun, perubahan ini tidak harus berarti hubungan mereka merenggang.

Melansir dari Geediting.com Jumat (1/8), kunci menjaga ikatan yang kuat ini adalah beradaptasi. Ada sepuluh kebiasaan yang harus dihindari oleh kakek-nenek untuk memastikan hubungan tetap hangat. Dengan melepaskan kebiasaan lama, hubungan yang berharga ini akan tetap terjaga.

1. Mengulang Cerita Lama yang Sama

Kakek-nenek sering kali mengulang cerita yang sama berulang kali kepada cucu-cucu mereka. Padahal, cucu mungkin sudah mendengar cerita tersebut berkali-kali. Ini bisa membuat mereka merasa bosan dan diabaikan.

Hindari kebiasaan ini dengan menanyakan apakah mereka sudah pernah mendengar cerita itu. Mendengarkan cerita cucu tentang kehidupan mereka jauh lebih penting.

2. Meremehkan Pengalaman Cucu

Meremehkan pengalaman cucu dengan frasa "Kamu akan mengerti kalau sudah lebih tua" adalah sebuah kebiasaan buruk. Pernyataan ini bisa membuat mereka merasa tidak dihargai atau bahkan diremehkan. Hal ini dapat menghambat mereka untuk berbagi cerita.

Berikan validasi atas pengalaman mereka, terlepas dari usia. Ini akan membangun kepercayaan dan membuat cucu merasa lebih nyaman.

3. Selalu Membandingkan Zaman Dulu

Satu di antara kebiasaan yang membuat cucu merasa jengah adalah membandingkan masa kini dengan masa lalu. Ungkapan "dulu di zamanku" dapat membuat cucu merasa disalahkan atau dihakimi. Setiap generasi memiliki tantangan dan nilai-nilainya sendiri.

Daripada membuat perbandingan, cobalah untuk memahami bagaimana dunia telah berubah. Dengan begitu, Anda bisa menjembatani kesenjangan antargenerasi dengan baik.

4. Sering Mengeluh tentang Anak Muda Sekarang

Mengeluh tentang "anak muda zaman sekarang" bisa menciptakan jarak emosional yang jauh. Cucu merasa diserang dan tidak dipahami. Perilaku ini hanya akan memicu konflik dan membuat hubungan menjadi tidak nyaman.

Daripada mengkritik, cobalah mencari tahu mengapa generasi muda berpikir seperti itu. Hal ini akan memicu rasa saling menghormati di antara kedua belah pihak.

5. Menghakimi Pilihan Hidup Cucu

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore