
Ilustrasi pemakaian eyelash magnetik dan lem. (www.pexels.com)
JawaPos.com – Tren mempercantik mata dengan bulu mata palsu atau eyelash extension terus berkembang.
Eyelash extension dan bulu mata palsu semakin digemari sebagai pelengkap tampilan mata yang menjadi pilihan muda dalam mempercantik penampilan.
Dua metode yang kini populer adalah eyelash magnetik dan eyelash dengan lem. Keduanya menjanjikan hasil instan dan dramatis.
Namun, banyak yang bertanya, mana yang lebih aman, nyaman, dan tidak merusak bulu mata asli serta tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan mata?
Dalam dunia kecantikan modern, kenyamanan dan keamanan adalah dua hal yang tak bisa ditawar.
Sayangnya, banyak pengguna belum benar-benar memahami perbedaan efek samping dari kedua teknik ini.
Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting memahami sisi medis dan efek jangka panjang dari penggunaannya.
Eyelash Magnetik menggunakan dua strip bulu mata dengan magnet kecil yang menjepit kelopak asli. Ada juga versi yang menempel pada eyeliner magnetik.
Kelebihan, tidak perlu lem sehingga mengurangi risiko iritasi bahan kimia, lebih mudah dilepas dan dipasang ulang, cocok untuk pemula, tidak meninggalkan residu di kelopak mata.
Menurut laporan Journal Dermatologic Therapy, penggunaan magnetik eyeliner secara rutin dapat menyebabkan iritasi kelopak mata dan blepharitis ringan jika tidak dibersihkan dengan benar.
Selain itu, jika pemasangan tidak presisi, magnet bisa menggesek folikel bulu mata dan membuat rontok.
Eyelash Lem atau lash glue, mengandalkan perekat khusus untuk menempelkan bulu mata palsu ke kelopak.
Jenis ini menggunakan adhesive khusus (lem bulu mata) untuk menempelkan strip ke garis bulu mata. Umumnya memberikan tampilan yang lebih menyatu dan tahan lama.
Kelebihan, tampilannya lebih natural jika dipasang dengan teknik yang tepat, lebih tahan terhadap angin dan aktivitas ringan seperti berkeringat.
American Academy of Dermatology, memperingatkan bahwa lem eyelash bisa mengandung formaldehyde, zat yang berpotensi menyebabkan reaksi alergi, gatal, mata merah, hingga kerontokan bulu mata. Reaksi bisa lebih parah pada pemilik kulit sensitif atau pemakai rutin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
