ilustrasi sholat. (NU Online)
JawaPos.com - Sarung adalah salah satu jenis pakaian flexibel dan multifungsi yang sangat lekat dengan budaya di Indonesia. Di luar fungsinya sebagai penutup aurat dan bahkan untuk tidur, sarung umumnya digunakan umat muslim untuk beribadah.
Dalam sudut pandang muslim, sebagai bagian penting dari perlengkapan ibadah, adalah hal yang sangat relevan untuk mendapatkan jaminan kehalalan dari sebuah sarung yang digunakan.
Lantas, mengapa sarung perlu sertifikat halal?
"Di dunia tekstil, proses produksi melibatkan banyak bahan dan zat tambahan. Mulai dari benang, pewarna, hingga pelapis kain, semua memiliki potensi terkontaminasi bahan non-halal jika tidak diawasi dengan ketat," ujar Najib Abdurrauf Bahasuan selaku Direktur Utama PT Behaestex dalam keterangan tertulis yang diterima.
"Bahkan, mesin-mesin produksi pun harus dipastikan bebas dari najis dan bahan haram. Oleh karena itu, sarung harus mendapatkan jaminan kehalalan," sambungnya.
Pandangan ini sendiri sejalan dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang mendorong berbagai sektor industri, termasuk tekstil, untuk menghadirkan produk yang aman, suci, dan terjamin kehalalannya.
"Sebagai bagian dari budaya dan identitas umat Muslim Indonesia, kami merasa bertanggungjawab untuk memastikan bahwa seluruh proses produksi sarung — mulai dari pemilihan bahan, pewarnaan, hingga finishing — memenuhi standar halal," ujar Najib lagi.
Ia melanjutkan bahwa setelah melalui serangkaian proses audit dan verifikasi ketat, dua brand dari perusahaannya yakni BHS dan Atlas resmi mendapatkan Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada awal tahun 2025. Audit dilakukan mulai dari benang, pewarna, hinggamesin-mesin produksi, yang semuanya telah memenuhi kriteria halal yang ditetapkan BPJPH dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).
"Sertifikasi halal yang diraih ini bukan hanya tentang memenuhi ketentuan regulasi, namun juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual umat Muslim yang kini semakin sadar dan selektif dalam memilih produk, termasuk dalam kategori tekstil dan perlengkapan ibadah," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
