Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 21.39 WIB

9 Makanan Harian yang Diam-diam Jadi Pemicu Kentut Berlebih, Apa Saja?

Ilustrasi makanan harian yang diam-diam jadi pemicu kentut berlebih - Image

Ilustrasi makanan harian yang diam-diam jadi pemicu kentut berlebih

JawaPos.com - Meski kentut adalah hal yang sangat wajar dan merupakan tanda sistem pencernaan bekerja dengan baik, terlalu sering kentut bisa membuat kita tidak nyaman, bahkan malu di situasi tertentu.

Tanpa disadari, beberapa makanan sehat yang biasa kita konsumsi setiap hari ternyata bisa memicu produksi gas berlebih di dalam perut.

Bukan karena makanannya buruk, tapi karena kandungan serat, gula alami, atau senyawa tertentu di dalamnya yang sulit dicerna oleh tubuh.

Artikel ini akan membahas beberapa jenis makanan harian yang diam-diam menjadi penyebab utama kentut berlebihan. Jadi, jika kamu merasa sering bergas atau kentut tanpa alasan yang jelas, bisa jadi salah satu makanan berikut adalah pemicunya.

Dilansir dari laman Men's Health pada Sabtu (19/4), berikut merupakan 9 makanan harian yang diam-diam jadi pemicu kentut berlebih.

1. Sayuran Brokoli, Kembang Kol, Kol

Sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kol memang sangat baik untuk kesehatan karena kaya akan serat dan vitamin. Namun, jenis sayuran ini juga mengandung serat yang sulit dicerna oleh tubuh.

Saat serat ini sampai di usus besar, bakteri di sana akan memecahnya dan menghasilkan gas sebagai hasil sampingan.

Inilah alasan mengapa setelah makan sayur-sayuran ini, banyak orang merasa perutnya bergas dan sering kentut.

Meskipun begitu, bukan berarti kamu harus menghindarinya, cukup konsumsi dengan porsi wajar dan imbangi dengan minum air putih yang cukup.

2. Susu, Keju, dan Yogurt

Produk susu seperti susu cair, keju, dan yogurt mengandung laktosa, yaitu jenis gula alami.

Namun, banyak orang, terutama saat sudah dewasa, tidak memiliki cukup enzim laktase yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa.

Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna ini akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri, yang kemudian menghasilkan gas dan menimbulkan rasa kembung, kentut, atau bahkan sakit perut.

Jika kamu sering mengalami hal ini, bisa jadi kamu sensitif terhadap laktosa, dan bisa mencoba produk bebas laktosa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore