Ilustrasi orang menggunakan social media. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagai orang yang hidup di era digital saat ini sangat penting untuk merasa terhubung, dipahami, serta dihargai. Perasaan ini sering kali muncul dari keterlibatan media sosial.
Di sisi lain, terdapat seseorang yang selalu memiliki kebutuhan yang tak terpuaskan untuk berbagi banyak cerita di media sosial secara setiap hari.
Platform media sosial seperti jendela kehidupan bagi banyak orang, dan seseorang yang suka mengunggah cerita atau lebih dalam sehari mungkin mengekspresikan ciri-ciri kepribadian tertentu melalui pembaruannya yang konstan.
Dilansir dari laman Geediting, Berikut 5 alasan seseorang suka membagikan cerita atau kerap curhat di dalam media sosial.
Keinginan untuk mencari sebuah validasi tidak selalu merupakan sifat negatif. Kita semua ingin merasa dihargai dan diapresiasi. Namun bila menyangkut individu yang sering mengunggah aktivitas di media sosial, kebutuhan untuk validasi ini mungkin menjadi lebih besar.
Seringkali, orang-orang ini menggunakan media sosial sebagai platform untuk mendapatkan persetujuan dan validasi dari teman-temannya.
Mengunggah setidaknya tiga story atau lebih sehari memungkinkan mereka untuk terus mencari masukan dan persetujuan, yang pada gilirannya, meningkatkan harga diri mereka.
Dalam beberapa kasus, mereka bahkan mungkin menghapus postingan yang tidak berkinerja baik atau mengedit foto mereka secara berlebihan untuk menampilkan gambar yang lebih sempurna.
Perilaku ini dapat menjadi indikasi kebutuhan mendalam untuk mendapatkan validasi dan persetujuan dari orang lain.
Interaksi sosial merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, orang-orang yang secara teratur mengunggah banyak cerita di media sosial setiap hari mungkin menunjukkan keinginan yang tinggi untuk berinteraksi dengan orang lain.
Orang-orang seperti inilah yang sering kali memulai percakapan, mengomentari unggahan orang lain, dan terus-menerus memperbarui status mereka. Mereka berkembang melalui interaksi yang mereka dapatkan dari pengikut dan komunitas daring.
Postingan mereka yang sering dilakukan berfungsi sebagai pembuka percakapan, mengundang audiens untuk berinteraksi dengan mereka.
Baik itu berbagi pengalaman baru yang telah mereka coba, rutinitas latihan, atau bahkan pemikiran mereka tentang topik yang sedang tren, unggahan mereka sering kali mendorong keterlibatan sosial.
Hal ini bukan hal mudah untuk diakui, dan mungkin tidak berlaku bagi semua orang yang sering memposting di media sosial. Namun, bagi sebagian orang, kehadiran daring mereka yang melimpah menyembunyikan perjuangan melawan harga diri.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
