Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 23.06 WIB

Menemukan Diri Sendiri: Manfaat Berhenti dari Media Sosial Selama Setahun

Ilustrasi platform media sosial (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi platform media sosial (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Alex Navarro, seorang penggemar psikologi dan pengembangan diri, pernah merasa pikirannya terus-menerus dipenuhi oleh kebisingan media sosial. Bukan suara yang mengganggu, tapi semacam dengungan latar belakang yang selalu ada—seperti gatal yang tak bisa digaruk.

Hingga suatu hari, ia menyadari betapa banyak energi mentalnya terkuras hanya untuk menelusuri feed tanpa akhir, melihat unggahan orang-orang yang nyaris tak dikenalnya, serta mengonsumsi meme dan berita acak.

Setiap kali mencoba fokus pada sesuatu yang lebih mendalam, pikirannya malah tertarik kembali ke layar.

Jadi, ia mengambil keputusan drastis: berhenti total dari media sosial. Awalnya, rencananya hanya sebulan. Namun, setelah merasakan efeknya, sebulan berubah menjadi dua, lalu tiga, hingga akhirnya satu tahun penuh. Inilah yang ia pelajari, dikutip dari Blog Herald, Senin (24/3).

1. Waktu yang Dulu Habis untuk Scroll, Kini Jadi Waktu Nyata

Di minggu-minggu pertama, ia sering mengalami "anggota tubuh hantu"—refleks tanpa sadar untuk meraih ponsel dan membuka aplikasi yang sudah dihapus.

Ia bahkan sempat merasa bosan karena tak tahu harus mengisi waktu luangnya dengan apa.

Namun, kebosanan itulah yang justru membuka ruang baru. Tanpa kebiasaan menggulir layar, pikirannya mulai mengembara lebih bebas.

Ia mulai mencoret-coret ide di buku catatan, menulis lebih banyak, dan bahkan memulai proyek-proyek yang sebelumnya hanya ada dalam bayangannya.

Tentu, itu bukan transisi yang mudah. Ada kebiasaan yang sudah terbentuk bertahun-tahun: otot ibu jarinya secara otomatis mengetuk bagian layar tempat aplikasi dulu berada. Ia pun menyadari betapa media sosial telah menjadi semacam pengalihan otomatis dari setiap momen kosong dalam hidupnya.

Namun, begitu berhasil melewati fase itu, pikirannya mulai terasa lebih jernih.

2. Kreativitas yang Mengalir Lebih Bebas

Salah satu hal paling mengejutkan adalah bagaimana ide-ide baru muncul di saat-saat yang dulu diisi dengan scrolling tanpa tujuan.

Saat sedang duduk di kafe tanpa distraksi layar, pikirannya lebih bebas berimajinasi. Saat berjalan santai tanpa sibuk mengecek notifikasi, ia mendapati dirinya terinspirasi oleh hal-hal sederhana di sekitarnya.

Ternyata, diam dan membiarkan pikiran mengembara adalah cara terbaik untuk menemukan ide segar. Sesuatu yang hampir mustahil dilakukan ketika setiap detik luang langsung diisi dengan mengecek kabar terbaru di media sosial.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore