
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. Pixabay
JawaPos.com - Dalam satu dekade terakhir, industri rokok elektrik di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021, jumlah pengguna rokok elektrik meningkat dari 480 ribu orang pada 2011 menjadi 6,6 juta orang pada 2021.
Selain itu, menurut Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), sektor ini telah menciptakan lebih dari 150.000 hingga 200.000 lapangan kerja langsung pada tahun 2023, mencakup sektor manufaktur, distribusi, dan ritel.
Hal ini jelas menjadi motivasi bagi para pebisnis rokok elektrik untuk terus melebarkan sayap mereka di industri ini. “Kami ingin industri ini berkembang dengan standar yang lebih tinggi, baik dari segi kualitas produk maupun kepatuhan terhadap regulasi," ujar Harold Hutabarat selaku Commercial Director di PT Delta Sukses Teknologi dalam keterangan tertulisnya.
Harold pun menegaskan pentingnya regulasi dan edukasi dalam perkembangan industri rokok elektrik. Bagaimanapun, seiring dengan pesatnya perkembangan industri, ada tanggung jawab yang harus diemban oleh para pelaku industri.
“Kami percaya bahwa regulasi yang jelas dan edukasi kepada konsumen adalah kunci untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik,” ungkap Harold.
Hal ini disampaikan Harold di sela-sela penyerahan hadiah kepada para pemenang Kompetisi Menulis Kreatif bertema Perkembangan Rokok Elektrik di Indonesia, belum lama ini. Kegiatan ini menjadi bentuk ajakan dari PT Delta Sukses Teknologi kepada jurnalis dan penulis muda untuk mengeksplorasi perspektif kreatif serta analitis mengenai regulasi dan inovasi teknologi dalam industri rokok elektrik di Indonesia.
“Kami sangat gembira menerima berbagai tulisan artikel dari puluhan jurnalis muda yang sangat
bersemangat mengikuti kompetisi ini sehingga membuka sudut pandang lain dalam pemberitaan
rokok elektrik di Indonesia,” tambah Harold.
Dengan visi menjadi penyedia teknologi e-cigarette terdepan, Harold menjelaskan, pihaknya terus berupaya menciptakan ekosistem industri yang lebih bertanggung jawab melalui inovasi produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami melihat permintaan terhadap produk rokok elektrik terus meningkat. Meski baru satu tahun
beroperasi, kami mencatat pertumbuhan distribusi yang pesat, baik melalui jaringan ritel maupun
e-commerce. Ke depan, kami ingin memperkuat kehadiran di pasar dan memastikan akses yang
lebih luas bagi konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Namun yang lebih penting bagi kami adalah memastikan bahwa setiap inovasi yang kami hadirkan bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi konsumen,” tutup Harold.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
