
Ilustrasi bunga terompet, beracun bagi anak. (Unsplash/Viswaprem)
JawaPos.com – Tanaman hias, terutama yang memiliki bunga berwarna-warni, selalu menarik perhatian dan menyegarkan pandangan.
Akan lebih menyenangkan jika tanaman tersebut termasuk jenis perennial, yang dapat tumbuh dan berbunga sepanjang tahun tanpa terbatas pada satu atau dua musim saja.
Namun, dalam dunia makhluk hidup, semakin mencolok sering kali berarti semakin berbahaya. Beberapa tanaman memiliki kandungan racun yang perlu diwaspadai, terutama jika Anda memiliki anak kecil, hewan peliharaan, atau ternak di sekitar rumah.
Meski begitu, bukan berarti Anda harus langsung menyingkirkan tanaman tersebut dari pekarangan. Dengan perawatan yang cermat dan kesadaran akan potensi bahayanya, Anda tetap bisa menikmati keindahan tanaman beracun ini secara aman.
Dikutip dari Homes and Gardens Newsletter pada Jumat (7/3), berikut adalah lima tanaman berbunga sepanjang tahun yang perlu ditangani dengan hati-hati karena mengandung racun.
1. Euphorbia
Tanaman hias dari keluarga Euphorbia banyak digunakan sebagai pembatas pekarangan di Indonesia karena batangnya yang berduri. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan "bunga delapan dewa", karena kelopak dan kuntumnya umumnya berjumlah kelipatan delapan.
Namun, perlu berhati-hati saat menanganinya. Pasalanya getah dari tanaman ini bersifat iritan dan sebaiknya sudah menjadi pengetahuan dasar bagi para perawat kebun. Kontak dengan getah euphorbia dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan, bahkan jika mengenai mata, dapat menimbulkan rasa perih dan ketidaknyamanan yang luar biasa.
Saat memangkas batang euphorbia, disarankan untuk menggunakan sarung tangan dan, jika perlu, pelindung mata serta wajah demi keamanan.
2. Wolfsbane
Wolfsbane, atau dalam bahasa Latin Aconitum, lebih banyak ditemukan di daerah pegunungan di belahan utara dunia. Namun, reputasinya sebagai tanaman beracun sudah dikenal luas, terutama karena sering muncul dalam berbagai media. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan monkshood, karena bentuk bunganya menyerupai seseorang yang mengenakan jubah biru.
Wolfsbane mengandung acotinine serta senyawa alkaloid lain yang sangat beracun. Racunnya tidak hanya berbahaya jika tertelan secara tidak sengaja, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi kulit serta sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk jarum pada area yang terpapar.
Saat menangani wolfsbane, gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung. Setelahnya, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat guna menghilangkan sisa racun yang mungkin menempel.
3. Lantana

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
