
Ilustrasi orang yang selalu mengatakan "Ya". (freepik).
JawaPos.com-Apakah Anda pernah menemukan diri Anda berkata "ya" pada sesuatu yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan? Saya juga pernah berada di posisi itu—berulang kali. Suatu hari, saya sadar bahwa kebiasaan ini membuat saya lelah secara fisik dan emosional. Dari menghadiri acara yang tidak saya nikmati hingga mengambil pekerjaan ekstra di kantor saat saya sendiri sudah kewalahan, saya terus mengatakan "ya" demi menjaga citra sebagai orang yang baik dan bisa diandalkan. Namun, akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri siklus tersebut.
Artikel ini akan membahas bagaimana saya akhirnya berhenti dari kebiasaan tersebut, bagaimana memahami dampak emosional dari selalu menyenangkan orang lain, serta strategi praktis untuk menetapkan batasan dengan lebih baik.
Kebiasaan menyenangkan orang lain sering kali dimulai dengan niat baik. Kita ingin membantu orang lain, menjaga hubungan, atau menghindari konflik. Namun, tanpa disadari, kita mulai mengorbankan diri sendiri demi memenuhi ekspektasi orang lain.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Vocational Behavior, individu yang tidak menetapkan batasan yang jelas cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dan kepuasan hidup yang lebih rendah. Tekanan ini dapat menyebabkan kelelahan kronis, kecemasan, dan bahkan krisis identitas.
Ketika saya mulai menyadari betapa seringnya saya mengiyakan sesuatu yang seharusnya saya tolak, saya bertanya pada diri sendiri:
Mengapa saya takut mengatakan tidak?
Apa yang saya khawatirkan jika saya menolak permintaan seseorang?
Apakah saya benar-benar ingin melakukan hal ini, atau saya hanya merasa berkewajiban?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini membuka mata saya bahwa saya telah menempatkan kebutuhan orang lain di atas kesejahteraan saya sendiri.
Baca Juga: Rahasia Kebiasaan Orang Bahagia: 5 Langkah Sederhana untuk Hidup Lebih Positif dan Bermakna
Dampak Emosional dari Selalu Mengatakan Ya
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Sabtu, 8 Maret 2025. Ketika kita terus-menerus berkata "ya" tanpa mempertimbangkan kebutuhan kita sendiri, emosi kita yang akan menanggung akibatnya. Beberapa dampak negatif yang saya rasakan termasuk:
1. Kelelahan Fisik dan Mental
Saya sering kali merasa lelah dan kehabisan energi. Saya berusaha memenuhi setiap permintaan, tetapi itu justru menguras tenaga saya sendiri.
2. Rasa Bersalah yang Berlebihan

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
