Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 16.55 WIB

Orang-orang yang Tetap Tajam Secara Mental Seiring Bertambahnya Usia, Sering Mengikuti 8 Kebiasaan Harian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki mental yang tetap tajam seiring bertambahnya usia (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang memiliki mental yang tetap tajam seiring bertambahnya usia (Freepik/pressfoto)

JawaPos.com - Banyak orang menganggap bahwa menjaga ketajaman mental seiring bertambahnya usia, harus rajin memainkan permainan pelatihan otak seperti teka-teki silang, Sudoku, atau aplikasi kognitif tertentu.

Namun, menurut penelitian dalam psikologi, ada cara yang lebih alami dan efektif untuk menjaga ketajaman mental tanpa harus bergantung pada permainan tersebut.

Beberapa orang tetap memiliki daya pikir yang tajam meskipun mereka tidak secara khusus melakukan latihan otak.

Mereka menjalani kehidupan yang penuh dengan kebiasaan yang mendukung fungsi otak, menjaga neuroplastisitas, dan menghindari penurunan kognitif.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (3/3), terdapat delapan kebiasaan harian yang mereka lakukan:

1. Mereka Selalu Belajar Hal Baru

Orang yang tetap tajam secara mental biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Mereka selalu tertarik untuk belajar sesuatu yang baru, baik itu melalui membaca, menghadiri seminar, mencoba hobi baru, atau bahkan sekadar mengeksplorasi ide-ide baru dalam percakapan sehari-hari.

Belajar hal baru memperkuat koneksi antar neuron di otak dan membantu memperlambat penuaan kognitif.

Bahkan, menurut studi yang diterbitkan dalam Psychological Science, orang yang secara teratur terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang kompleks cenderung memiliki fungsi otak yang lebih baik di usia tua.

2. Mereka Menjaga Interaksi Sosial yang Aktif

Hubungan sosial yang kuat merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan mental.

Orang yang tetap tajam secara mental biasanya aktif dalam percakapan, mendengarkan perspektif orang lain, dan mempertahankan hubungan yang bermakna.

Interaksi sosial merangsang otak dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh permainan pelatihan otak.

Penelitian menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial dapat mempercepat penurunan kognitif, sementara memiliki komunitas yang suportif dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore