Ilustrasi rekan kerja yang merasa terancam. (Freepik)
JawaPos.com - Kita memang makhluk sosial, jadi wajar jika kita peduli dengan opini orang lain. Tapi psikologi menunjukkan bahwa kita sering melebih-lebihkan betapa besar perhatian mereka terhadap kita.
Padahal, Andalah yang harus menjalani hidup ini, bukan orang lain. Jadi, berhentilah membiarkan opini mereka mengontrol Anda. Semakin cepat Anda menerima ini, semakin bebas Anda untuk menjadi diri sendiri.
Psikologi mengajarkan bahwa berhenti peduli bukan berarti jadi cuek atau anti-sosial, melainkan mengubah pola pikir. Dan ketika Anda berhasil melakukannya, hidup akan terasa lebih ringan. Berikut adalah delapan cara yang bisa membantu Anda berhenti berlebihan memikirkan opini orang lain, dikutip dari Geediting, Kamis (27/2).
1. Sadari Bahwa Orang Tidak Memperhatikan Anda Sebanyak yang Anda Kira
Pernah merasa semua mata tertuju pada Anda saat masuk ke suatu ruangan? Itu adalah efek sorotan—sebuah bias kognitif yang membuat kita berpikir bahwa orang lain memperhatikan kita lebih dari yang sebenarnya.
Faktanya, kebanyakan orang terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri untuk benar-benar menganalisis setiap gerakan Anda.
Jadi, jika Anda merasa canggung atau takut dinilai, ingatlah: kemungkinan besar, tidak ada yang benar-benar memperhatikan.
2. Jangan Terjebak dalam Asumsi yang Belum Tentu Benar
Dulu, saya sering berpikir bahwa jika seseorang lambat membalas pesan, itu berarti mereka marah. Atau jika rekan kerja terlihat diam, pasti saya telah melakukan sesuatu yang salah.
Ternyata, itu hanyalah distorsi kognitif—di mana otak kita menarik kesimpulan tanpa bukti. Faktanya, orang mungkin hanya sibuk atau sedang dalam suasana hati yang kurang baik, dan itu tidak ada hubungannya dengan Anda.
Setiap kali Anda mulai berasumsi tentang apa yang orang lain pikirkan, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar tahu ini benar?" Jawabannya hampir selalu tidak.
3. Fokus pada Apa yang Membuat Anda Bahagia
Ada dua jenis motivasi dalam hidup yakni Ekstrinsik (mencari validasi, status, atau pujian dari orang lain). dan Intrinsik (melakukan sesuatu karena itu penting bagi Anda).
Studi menunjukkan bahwa mereka yang lebih fokus pada motivasi intrinsik cenderung lebih bahagia dan lebih sedikit mengalami kecemasan. Jika Anda membuat keputusan berdasarkan apa yang benar-benar membuat Anda puas, pendapat orang lain secara alami akan kehilangan kekuatannya atas Anda.
4. Terima Bahwa Tidak Semua Orang Akan Menyukai Anda
Apa pun yang Anda lakukan, akan selalu ada orang yang tidak menyukai Anda dan itu normal. Ada sesuatu yang disebut kesenjangan rasa suka, yaitu kecenderungan kita untuk berpikir bahwa orang lain menilai kita lebih keras daripada yang sebenarnya. Tapi kenyataannya, sebagian besar orang netral terhadap kita atau bahkan menyukai kita lebih dari yang kita kira.
Dan jika pun ada yang benar-benar tidak menyukai Anda? Itu bukan masalah Anda. Sama seperti Anda tidak menyukai semua orang, tidak semua orang harus menyukai Anda.
5. Ingat Bahwa Hidup Ini Singkat
Di akhir hidup Anda, apakah Anda ingin melihat ke belakang dan menyesali semua waktu yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain? Atau apakah Anda ingin merasa bangga karena telah menjalani hidup dengan cara yang sesuai dengan hati Anda?
Kita sering lupa bahwa waktu terus berjalan. Hal-hal yang hari ini terasa besar dan menakutkan, besok bisa menjadi tidak relevan. Jadi, buatlah keputusan berdasarkan apa yang benar-benar berarti bagi Anda, bukan berdasarkan ketakutan akan penilaian orang lain.
6. Berhenti Mencari Validasi Eksternal
Dulu, saya merasa butuh pujian agar merasa percaya diri. Jika seseorang memuji saya, saya merasa hebat. Jika tidak, saya mulai mempertanyakan diri sendiri.
Tapi masalahnya, validasi eksternal tidak pernah stabil. Jika harga diri Anda bergantung pada pujian orang lain, hidup Anda akan seperti rollercoaster emosi.
Kepercayaan diri sejati berasal dari dalam diri. Ketika Anda berhenti mengejar validasi eksternal dan mulai percaya pada diri sendiri, Anda akan merasa jauh lebih bebas.
7. Bersikap Lebih Baik pada Diri Sendiri
Kita sering menjadi kritikus paling keras bagi diri sendiri. Tapi bayangkan jika Anda berbicara kepada teman dengan cara yang sama seperti Anda berbicara kepada diri sendiri—mungkin Anda tidak akan sekejam itu, bukan?
Psikologi menyarankan untuk mempraktikkan self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri. Itu berarti memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan dan pengertian, seperti yang Anda lakukan kepada teman.
Semakin Anda bersikap lembut pada diri sendiri, semakin sedikit pendapat orang lain mempengaruhi harga diri Anda.
8. Ingat Bahwa Orang Lain Tidak Mengingat Kesalahan Anda
Kadang kita terjebak dalam rasa malu atas kesalahan kecil yang kita buat. Tapi kenyataannya, orang lain mungkin bahkan tidak mengingatnya.
Setiap orang adalah tokoh utama dalam hidup mereka sendiri. Sama seperti Anda lebih sibuk dengan kekhawatiran pribadi, orang lain juga demikian. Apa yang terasa besar bagi Anda, sering kali tidak berarti apa-apa bagi mereka.