
Ilustrasi dua wanita bersahabat. (Freepik)
JawaPos.com – Beberapa orang bersikap hangat, murah hati, dan terbuka dengan teman-temannya tetapi bersikap jauh, dingin, atau bahkan kasar dengan keluarganya. Sekilas, hal ini mungkin tampak membingungkan.
Bukankah orang-orang yang membesarkan kita seharusnya menerima kebaikan yang sama seperti yang kita tunjukkan kepada orang-orang yang kita pilih untuk hadir dalam hidup kita. Namun faktanya tidak semua akan berjalan beriringan.
Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 sikap seseorang yang baik dengan teman namun buruk terhadap keluarga.
1. Kurang mendapatkan kasih sayang
Saat tumbuh dewasa seseorang selalu merasa bahwa cinta dalam keluarganya selalu datang dengan syarat. Pujian dan kasih sayang hanya diberikan ketika orang yang mencapai sesuatu seperti nilai bagus, penghargaan, atau melakukan apa yang diharapkan dari orang tersebut.
Namun, dengan teman-teman, situasinya berbeda. Mereka menyukai saya apa adanya, bukan apa yang akan setiap kalian capai. Jadi, menjadi lebih mudah untuk bersikap terbuka dan penuh kasih sayang kepada mereka sambil menjaga jarak dengan keluarga.
2. Sering dibandingkan dengan saudaranya
Tidak ada yang membuat seorang anak mempertanyakan harga dirinya seperti terus-menerus diukur dibandingkan dengan orang lain. Dikarenakan hanya mereka harus lebih cerdas, lebih berbakat, lebih patuh selalu lebih.
Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menimbulkan rasa benci dan jarak emosional. Bersama keluarga, mereka mungkin merasa masih dihakimi, masih merasa kurang. Namun bersama teman, tidak ada persaingan hanya penerimaan. Jadi di situlah mereka merasa paling aman untuk membuka diri.
3. Bertanggung jawab terhadap kondisi keluarga
Beberapa anak tumbuh besar dengan dihibur oleh orang tua mereka serta yang lain tumbuh besar dengan menghibur orang tua mereka.
Mungkin mereka harus menenangkan kemarahan orang tua, menengahi konflik keluarga, atau bertindak sebagai sistem pendukung emosional bagi orang dewasa dalam hidup mereka. Alih-alih dirawat, mereka menjadi pengasuh.Ketika itu terjadi, kehangatan mulai terasa seperti tanggung jawab alih-alih sesuatu yang alami dan saling menguntungkan.
Di rumah, menunjukkan kebaikan mungkin mengingatkan mereka pada peran melelahkan yang mereka jalani saat masih kecil. Namun, bersama teman-teman, rasanya berbeda lebih ringan, lebih mudah, dan bebas dari kewajiban.
4. Sering diabaikan oleh keluarganya sejak kecil
Setiap anak ingin merasa perkataannya penting. Namun, beberapa anak tumbuh dalam keluarga yang selalu menyela, mengabaikan, atau mengabaikan ucapan mereka. Mungkin perasaan mereka dikesampingkan dengan berkata, “Kamu bereaksi berlebihan.” Atau pikiran mereka ditanggapi dengan, “Itu tidak penting sekarang.” Seiring berjalannya waktu, mereka belajar bahwa berbicara tidak akan mengubah apa pun jadi mereka berhenti mencoba.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
