Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 18.56 WIB

7 Ciri Kepribadian Orang yang Menghindari Media Sosial dan Menghargai Privasi Menurut Psikologi

Ilustrasi tujuh sifat dari orang-orang yang memilih menjauh dari sorotan digital dan menghargai privasinya. (Pexels/Magnus Mueller) - Image

Ilustrasi tujuh sifat dari orang-orang yang memilih menjauh dari sorotan digital dan menghargai privasinya. (Pexels/Magnus Mueller)

JawaPos.com - Sementara yang lain memperbarui kehidupan mereka secara daring, sebagian yang lain tidak merasa perlu melakukan hal yang sama.

Gagasan untuk terus berbagi, menggulir, dan tetap terhubung tidak menarik buat orang-orang ini.

Sebaliknya, mereka menemukan kenyamanan dalam pribadi. Mereka menyimpan hal-hal tertentu, hanya untuk diri mereka sendiri.

Ada ciri-ciri kepribadian yang menjelaskan tentang orang-orang yang menghindari media sosial dan menyendiri.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh sifat dari orang-orang yang memilih menjauh dari sorotan digital dan menghargai privasinya.

1. Sangat sadar diri

Salah satu alasan terbesar sebagian orang menghindari media sosial sederhana saja: mereka mengenal diri mereka sendiri dengan baik.

Kesadaran diri berarti memahami pikiran, emosi, dan motivasi diri sendiri tanpa perlu terus-menerus mendapatkan validasi eksternal. Sementara banyak orang menggunakan media sosial untuk mendapatkan like, komentar, dan persetujuan, individu yang sangat sadar diri tidak merasakan kebutuhan yang sama.

Mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, dan mereka tidak bergantung pada interaksi digital untuk membentuk identitasnya. Alih-alih mencari perhatian secara daring, mereka berfokus pada pengalaman hidup nyata dan pertumbuhan pribadi.

2. Menghargai hubungan yang mendalam

Sementara semua orang tampaknya menikmati mengunggah pembaruan dan terlibat dalam percakapan daring yang tak ada habisnya, sebagian lagi tidak melihat daya tariknya. Bukan berarti mereka tidak menyukai orang lain, mereka sebenarnya sangat peduli dengan hubungannya.

Mereka hanya lebih suka percakapan yang mendalam dan bermakna daripada sekadar menyukai dan mengomentari. Media sosial sering kali terasa terlalu dangkal bagi mereka, seperti hanya sekadar menyentuh permukaan hubungan daripada benar-benar menyelaminya.

Jadi, daripada menghabiskan waktu berjam-jam menelusuri feed, mereka mulai memprioritaskan percakapan tatap muka dan koneksi yang tulus. Hasilnya, hubungan mereka menjadi lebih kuat dan lebih bermakna karenanya.

3. Protektif terhadap energinya

Menelusuri posting yang tak ada habisnya, membalas pesan, dan memeriksa notifikasi terus-menerus membuat beberapa orang merasa terkuras. Bukan hanya waktu yang terbuang, tetapi juga energi mental.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore