Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 14.46 WIB

Orang-orang yang Dibesarkan oleh Orang Tua yang Terlalu Protektif Seringkali Menunjukkan 7 Kepribadian Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang dibesarkan orang tua yang terlalu protektif - Image

Ilustrasi seseorang yang dibesarkan orang tua yang terlalu protektif

JawaPos.com - Orang tua yang terlalu protektif sering kali memiliki niat baik—mereka ingin memastikan anak-anak mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terkendali.

Namun, ketika perlindungan berlebihan ini diterapkan terus-menerus, anak-anak bisa tumbuh dengan keterbatasan dalam pengambilan keputusan, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial mereka.

Saat anak-anak ini tumbuh dewasa, mereka sering kali menunjukkan pola kepribadian tertentu yang mencerminkan pengalaman mereka dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kendali dan kewaspadaan berlebihan.

DIlansir dari Geediting pada Selasa (18/2), terdapat tujuh kepribadian yang sering terlihat pada orang-orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif, menurut psikologi.

1. Kesulitan Mengambil Keputusan Sendiri

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang terlalu protektif jarang diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri.

Orang tua mereka sering kali menentukan apa yang terbaik untuk mereka, mulai dari pakaian yang dikenakan, teman yang dipilih, hingga aktivitas yang diikuti.

Akibatnya, saat mereka tumbuh dewasa, mereka sering mengalami kesulitan dalam membuat keputusan sendiri.

Mereka cenderung takut membuat pilihan yang salah dan sering kali meminta pendapat orang lain sebelum mengambil tindakan.

Bahkan dalam hal sederhana seperti memilih menu makanan atau memutuskan tempat liburan, mereka merasa cemas dan ragu-ragu.

2. Takut Menghadapi Kegagalan

Orang tua yang terlalu protektif sering kali melindungi anak-anak mereka dari kegagalan.

Mereka mungkin akan turun tangan untuk menyelesaikan tugas sekolah, berbicara dengan guru, atau bahkan mengatur interaksi sosial anak agar mereka tidak menghadapi kesulitan.

Saat dewasa, individu ini bisa menjadi sangat takut gagal. Mereka menghindari tantangan karena tidak terbiasa menghadapi konsekuensi dari kesalahan mereka.

Rasa takut ini bisa membuat mereka ragu untuk mencoba hal baru, seperti mencari pekerjaan baru, mengejar passion, atau bahkan menjalin hubungan romantis.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore