
Ilustrasi curhat dengan lawan jenis (freepik)
JawaPos.com - Curhat dengan lawan jenis sering dianggap sebagai hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Namun, apakah benar tidak ada dampaknya? Beberapa pasangan mungkin merasa nyaman berbagi cerita dengan teman lawan jenis, tetapi jika kebiasaan ini dibiarkan tanpa batasan, bisa saja berujung pada hal yang tidak diinginkan.
Mengutip penuturan Willard F. Harley Jr., seorang psikolog klinis dan konselor pernikahan ternama, melalui laman resminya Marriage Builders, Senin (10/1), memperkirakan lebih dari 60% pasangan akan mengalami perselingkuhan di suatu titik dalam hubungan mereka. Menurutnya, hal ini sering kali berawal dari pertemanan biasa yang tetap berlanjut meski salah satu atau keduanya sudah memiliki pasangan, baik dalam pacaran maupun pernikahan.
"Tempat pertama untuk mencari risiko tertinggi perselingkuhan adalah melihat siapa yang paling mungkin menjadi pasangan selingkuh. Jawabannya adalah teman lawan jenis. Semakin dekat persahabatan tersebut, semakin besar risikonya. Karena itu, tindakan pencegahan yang wajar adalah dengan membatasi hubungan pertemanan lawan jenis, terutama dalam menceritakan masalah pribadi," jelas Harley.
Namun, tidak semua interaksi dengan teman lawan jenis berdampak negatif. Jeffrey Bernstein, Ph.D., seorang psikolog, melalui laman Psychology Today menjelaskan bahwa curhat kepada teman lawan jenis bisa memberikan manfaat. Salah satunya adalah dukungan emosional.
Dalam situasi sulit, sahabat dapat menjadi tempat berbagi perasaan, memberikan empati, dan membantu mengurangi stres. Selain itu, teman lawan jenis juga bisa memberikan perspektif baru dan saran yang lebih objektif terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Meski begitu, batasan tetap diperlukan. Menurut Jennice Vilhauer, Ph.D., seorang psikolog di Los Angeles, yang dikutip melalui laman Psychology Today mengingatkan bahwa terlalu sering curhat dengan teman lawan jenis bisa menjadi ancaman bagi hubungan. Ada beberapa batasan yang sebaiknya diperhatikan agar hubungan tetap sehat dan harmonis.
Pertama, pastikan pasangan tetap menjadi prioritas utama dalam hubungan. Jika kehadiran teman lawan jenis lebih diutamakan dibanding pasangan, ini bisa menjadi tanda bahaya yang mengancam keharmonisan. Kedua, keterbukaan adalah kunci.
Hindari menyembunyikan interaksi dengan teman lawan jenis baik itu curhat maupun interaksi lainnya, karena bisa menimbulkan kecurigaan dan merusak kepercayaan. Ketiga, jangan memaksa pasangan untuk dekat atau akrab dengan teman lawan jenis kita. Setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda, dan itu harus dihormati.
Keempat, jaga batas dalam berinteraksi. Sikap yang terlalu akrab, bercanda secara berlebihan, atau curhat dengan teman lawan jenis, bisa memicu kecemburuan dan menyakiti perasaan. Kelima, selalu hargai perasaan pasangan.
Jika pasangan merasa tidak nyaman dengan interaksi tertentu yang dilakukan dengan lawan jenis dalam hal ini curhat, maka jangan meremehkan perasaannya. Lebih baik diskusikan bersama untuk mencari solusi yang tepat daripada mengabaikan kekhawatirannya dengan menerapkan manajemen hubungan romantis.
Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Xiao Yue Zhao dan rekanya melalui laman ScienceDirect, manajemen hubungan romantis sangat penting agar hubungan tetap sehat. Manajemen yang buruk bisa mempercepat berakhirnya sebuah hubungan.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan konflik adalah kecemburuan yang muncul akibat curhat dengan lawan jenis. Kecemburuan ini bisa berujung pada ketidakpuasan dalam hubungan, bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kekerasan verbal atau fisik.
Lebih jauh, penelitian ini juga menunjukkan bahwa jika seseorang merasa lebih nyaman dan mendapatkan kepuasan emosional dari teman lawan jenisnya dibanding pasangannya, maka ia lebih berpotensi mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan romantisnya. Hal ini disebabkan oleh perasaan bahwa kebutuhannya sudah terpenuhi oleh orang lain di luar hubungan yang sedang dijalani.
Maka dari itu, penting untuk mengenali dampak dan batasan dalam curhat dengan lawan jenis agar hubungan tetap sehat. Jangan sampai kebiasaan ini menjadi celah yang membuat pasangan merasa diabaikan dan akhirnya merusak hubungan. Jika memang ada masalah dalam hubungan, sebaiknya prioritaskan untuk membicarakannya langsung dengan pasangan, bukan dengan orang lain.
Pada akhirnya, menjaga komunikasi dan saling memahami dalam hubungan adalah kunci utama. Jika pasangan sering curhat dengan lawan jenis, penting untuk menetapkan batasan yang jelas agar tidak kebablasan. Dengan begitu, hubungan bisa tetap harmonis tanpa ada rasa curiga atau ketidakpercayaan yang mengganggu kebahagiaan bersama.***

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
