Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2025 | 03.00 WIB

Jika Kamu Ingin Otakmu Tetap Tajam Seiring Bertambahnya Usia Hingga Lansia, Katakan Selamat Tinggal pada 7 Kebiasaan Ini

Ilustrasi seseorang yang memiliki otak tetap tajam seiring bertambahnya usia hingga lansia. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang memiliki otak tetap tajam seiring bertambahnya usia hingga lansia. (Freepik)

JawaPos.com - Penuaan adalah proses alami yang tak bisa dihindari. Namun, apakah kamu tahu ada perbedaan besar antara menua dan menua dengan baik?

Perbedaan itu terletak pada pilihan hidup yang kita buat. Pilihan tersebut bisa membuat otak kita tumpul seiring berjalannya waktu atau justru tetap tajam seperti silet.

Menjaga ketajaman otak tidak hanya soal menyelesaikan teka-teki silang setiap hari. Itu lebih kepada memilih untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang bisa merusak kesehatan kognitif kita.

Jika kamu ingin tetap berpikir tajam seiring bertambahnya usia, ada 7 kebiasaan yang harus kamu tinggalkan.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (6/2), berikut ini kebiasaan yang harus kamu tinggalkan yang bisa membantu otak tetap aktif dan sehat dalam menjalani hari-hari tua.

1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Tahukah kamu bahwa otak dan tubuh kita sebenarnya saling terkait erat? Aktivitas fisik tidak hanya berfungsi untuk menjaga berat badan atau kesehatan jantung, tetapi juga penting untuk mempertahankan ketajaman otak. Ketika kita berolahraga, detak jantung meningkat, yang pada gilirannya mengirimkan lebih banyak oksigen ke otak. Selain itu, aktivitas fisik juga merangsang pelepasan hormon yang membantu pertumbuhan sel-sel otak.

Sayangnya, banyak orang yang kurang bergerak dan memilih gaya hidup sedentari. Padahal, gaya hidup ini menjadi salah satu penyebab utama penurunan kognitif. Untuk menjaga otak tetap tajam, yuk, mulai tinggalkan kebiasaan malas bergerak. Kamu tidak perlu jadi atlet, cukup rutin berjalan kaki, bersepeda, atau mencoba yoga. Otakmu akan berterima kasih.

2. Mengabaikan Stimulasi Mental

Pernahkah kamu merasakan otakmu terasa lambat setelah beristirahat terlalu lama? Itu sama seperti tubuh yang tidak bergerak dalam waktu lama. Otak pun butuh latihan untuk tetap aktif. Misalnya dengan membaca buku, bermain teka-teki, belajar bahasa baru, atau bahkan memainkan alat musik.

Saya pernah mencoba belajar bahasa Spanyol beberapa tahun lalu. Meski menantang, saya merasakan otak saya menjadi lebih tajam, seperti memberi “hidup baru” bagi otak. Jangan biarkan otakmu menjadi lamban karena kurangnya stimulasi. Ambil kesempatan untuk terus belajar dan menjaga otakmu tetap aktif.

3. Mengabaikan Mindfulness

Di zaman sekarang, hidup kita penuh dengan gangguan. Pemberitahuan dari ponsel, pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan pikiran yang melayang ke masa lalu atau khawatir tentang masa depan. Namun, tahukah kamu bahwa mengabaikan mindfulness atau kesadaran penuh dapat mempengaruhi kesehatan otak?

Mindfulness membantu kita untuk tetap fokus pada saat ini, mengurangi stres, dan meningkatkan daya ingat. Latihan mindfulness dapat melatih otak untuk fokus dan membantu menjaga ketajaman otak seiring bertambahnya usia. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam kecemasan atau masa lalu, dan mulailah melatih mindfulness setiap hari untuk otak yang lebih sehat.

4. Kebiasaan Makan Tidak Sehat

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore