Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 03.12 WIB

4 Alasan Orang Melakukan Self-Sabotage, Perilaku yang Merusak Diri Sendiri

Ilustrasi orang self sabotage. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang self sabotage. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sudah begitu dekat dengan kesempatan emas, tetapi justru melakukan sesuatu yang membuat semuanya berantakan? Terkadang Anda menghindari tanggung jawab, atau bahkan meragukan diri sendiri sampai akhirnya menyerah. 

Jika ini terdengar familiar, bisa jadi Anda sedang mengalami self-sabotage, sebuah kebiasaan merusak diri sendiri yang sering kali terjadi tanpa disadari.  Self-sabotage bukan sekadar kurangnya motivasi atau ketidakmampuan, tetapi lebih berkaitan dengan rasa takut, pola pikir negatif, atau pengalaman masa lalu yang membentuk kepercayaan diri kita. 

Pikiran seperti "Aku tidak cukup baik", "Aku pasti gagal", atau "Aku tidak pantas mendapat ini" bisa secara halus memengaruhi keputusan dan tindakan. Akibatnya, Anda menciptakan hambatan sendiri, bahkan menghilangkan peluang besar yang sudah ada di depan mata.  

Lantas, mengapa kita melakukan hal yang bertentangan dengan tujuan kita sendiri? Artikel ini akan membahas penyebab utama self-sabotage serta cara menghentikannya sebelum semakin menghambat kehidupan, dikutip dari Very Well Mind, Rabu (5/2). 

1. Luka dari Masa Kecil

Masa kecil yang penuh kritik atau pengabaian bisa membuat seseorang tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak pantas sukses. Misalnya, jika orang tua sering mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah berhasil, tanpa sadar Anda bisa tumbuh dengan pola pikir bahwa setiap usaha akan sia-sia. Akibatnya, Anda cenderung menggagalkan peluang sukses untuk menghindari rasa sakit akibat kegagalan.

2. Takut akan Hubungan yang Sehat

Pengalaman buruk dalam hubungan bisa membuat seseorang melakukan sabotase saat menemukan pasangan yang baik. Jika dulu pasangan Anda sering merendahkan atau meninggalkan Anda, ada kemungkinan Anda kini merasa tidak layak dicintai. Akibatnya, Anda mungkin secara tidak sadar menciptakan konflik atau bahkan mengakhiri hubungan tanpa alasan jelas karena takut terluka lagi.

3. Ketidakpercayaan Diri

Orang dengan harga diri rendah sering kali bertindak sesuai dengan keyakinan negatif mereka. Jika sepanjang hidup mereka diberitahu bahwa mereka tidak akan berhasil, mereka mungkin secara tidak sadar memastikan hal itu benar dengan menunda pekerjaan, tidak menyelesaikan proyek, atau membuat keputusan buruk yang menggagalkan keberhasilan mereka sendiri.

4. Disonansi Kognitif

Fenomena ini terjadi ketika seseorang mengalami konflik antara keyakinan dan tindakan mereka. Misalnya, Anda tumbuh di keluarga yang mengalami pernikahan tidak harmonis, sehingga Anda tidak percaya pada konsep hubungan bahagia. Akibat konflik batin ini, Anda bisa saja mulai meragukan hubungan atau bahkan menciptakan masalah agar pernikahan tidak terwujud.

Contoh Perilaku Self-Sabotage

  • Prokrastinasi: Menunda pekerjaan penting hingga terlambat atau gagal menyelesaikannya.

  • Perfeksionisme: Menetapkan standar yang terlalu tinggi sehingga merasa gagal meskipun sudah melakukan yang terbaik.

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore