
Ilustrasi Micro Retirement yang dilakukan gen Z. (Pexels)
JawaPos.com–Mungkin tidak banyak yang mengenal micro retirement, tapi kegiatan ini cukup populer di kalangan gen Z. Sebenarnya apa arti dari istilah tersebut dan apakah sama dengan definisi pensiun pada umumnya?
Jika pensiun dilakukan pada usia sangat matang dan memang sudah saatnya berhenti dari dunia pekerjaan, lain halnya micro retirement. Mengutip dari laman People, ini merupakan keputusan seseorang mengambil jeda panjang dari pekerjaan atau mirip dengan career break.
Kalangan gen Z berpikir bahwa micro retirement atau pensiun mikro ini bermanfaat bagi kesehatan mental. Menurut Guy Thornton, pendiri Practice Aptitude Test langkah tersebut diambil karena mereka ingin memprioritaskan kesehatan mental, kepuasan pribadi, dan pengalaman.
Dilansir dari Forbes, gen Z mulai menormalisasikan keseimbangan antara pekerjaan dan kesejahteraan hidup. Untuk itu, mereka tak hanya fokus pada karier saja, melainkan juga diri sendiri.
Satu pertanyaan yang mungkin terbesit di kepala Anda, apakah mengambil jeda panjang dari dunia pekerjaan untuk beristirahat di saat masih dalam usia produktif benar-benar memiliki manfaat positif?
Dampak Positif Micro Retirement
Selama beristirahat dalam kurun waktu cukup lama, psikolog Dr. Christopher Fisher membenarkan adanya dampak positif micro retirement. Antara lain, individu dapat kembali pada komitmen yang mereka miliki sehingga timbul fokus baru dan juga energi yang bisa membuatnya merasa lebih produktif di kemudian hari.
Selain itu, micro retirement adalah cara seseorang mengurangi kelelahan dan kesempatan untuk beristirahat sebelum kembali berhadapan dengan tantangan dunia kerja atau sebagainya. Sejalan pada pendapat tersebut, Paul J. Mccarthy III pendiri firma penasihat investasi Kisco Capital mengatakan, apabila pensiun mikro dimanfaatkan dengan baik, memungkinkan seseorang membangun keahlian baru, sehingga dapat menjadi nilai jual dan ditawarkan kesempatan karir baru di masa mendatang.
Dampak Negatif Micro Retirement
Dalam pertumbuhan karir secara profesional, konsistensi dan sikap yang terstruktur dianggap sebagai fondasi dasar. Apabila mengambil libur sangat panjang dari urusan pekerjaan, dikhawatirkan seseorang dapat kehilangan motivasi dan juga kesempatan berharga.
Terlebih jika masih dalam rentang usia dua puluhan, yang mana ini adalah momen individu membangun karier pada bidang yang digeluti. Pada saat rekan-rekan pekerjaan meluangkan waktu mereka untuk berusaha keras dalam pekerjaan, kemampuan mereka bisa jadi bakal melampaui seseorang yang memutuskan istirahat lama alias mengambil jeda panjang.
Keputusan untuk melakukan micro retirement ada di tangan masing-masing individu. Pertimbangkan matang-matang dan pastikan tidak membuang waktu berharga hanya untuk bersantai tanpa membawa manfaat apapun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
