Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Januari 2025 | 17.34 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Terlalu Banyak Dipuji saat Masih Kecil Biasanya Akan Memiliki 8 Sifat Ini Ketika Dewasa

Ilustrasi wanita perfeksionis. (Freepik)

JawaPos.com - Jika Anda terus-menerus dihujani pujian saat kecil, kemungkinan besar Anda akan tumbuh dengan cara tertentu. Psikologi mengatakan demikian. Namun, hal itu tidak selalu mudah.

Pengalaman masa kecil membentuk perilaku dan kepribadian kita dalam berbagai cara yang rumit. Namun, mereka yang sering dipuji semasa kecil sering kali memiliki sifat-sifat tertentu saat dewasa.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Kamis (30/1), delapan sifat-sifat yang umum ditemukan pada individu yang terlalu banyak dipuji sewaktu kecil.

1. Mencari validasi yang konstan

Orang-orang yang terlalu banyak dipuji di masa kecil mereka sering kali tumbuh dengan keinginan untuk diakui. Mereka sudah terbiasa dipuji sehingga mereka mulai menginginkannya saat dewasa.

Kebutuhan konstan untuk mendapatkan persetujuan ini bisa sangat membebani, hampir seperti dahaga yang tidak pernah terpuaskan. Mereka selalu mencari kepastian dari orang lain, membutuhkan tepukan di punggung agar merasa berharga.

2. Berjuang dengan kritik

Sifat lain yang mungkin terdengar familiar jika Anda terlalu banyak dipuji sewaktu kecil yakni kesulitan menghadapi kritik. Ini adalah sifat yang umum, dan sifat yang dapat diatasi dengan waktu dan usaha.

3. Cenderung perfeksionis

Tahukah Anda bahwa anak-anak yang menerima pujian berlebihan sering kali tumbuh menjadi orang yang perfeksionis? Mereka terus-menerus diberitahu bahwa mereka adalah yang terbaik.

Ini membuat mereka mulai percaya bahwa mereka harus sempurna dalam segala hal yang mereka lakukan. Hal ini dapat mengakibatkan tekanan yang berlebihan untuk tidak hanya meraih keberhasilan, tetapi juga untuk unggul.

Ironisnya, dorongan untuk mencapai kesempurnaan kadang kala dapat berujung pada penundaan. Ketakutan tidak mampu memperoleh hasil sempurna dapat menyebabkan mereka menunda tugas tanpa batas waktu.

Perfeksionisme itu sendiri tidak selalu merupakan sifat negatif. Perfeksionisme dapat mendorong seseorang untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi. Namun bila hal itu menjadi obsesi, hal itu dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang tidak perlu.

4. Takut gagal

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore