
Ilustrasi makanan dan minuman yang harus dihindari oleh penderita iritasi usus besar. (Freepik)
JawaPos.com – Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) merupakan kondisi yang sering kali menjadi sumber ketidaknyamanan bagi banyak orang. Gejala seperti kembung, gas, dan diare dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup.
Namun, dengan memahami dan mengidentifikasi makanan yang dapat memicu gejala ini, anda dapat mengambil langkah proaktif untuk meredakan ketidaknyamanan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Menghindari makanan bermasalah bukan hanya sekadar langkah untuk meredakan gejala IBS. Tetapi juga menjadi perjalanan menuju pola makan yang lebih seimbang dan menggugah selera.
Dengan menjelajahi cara-cara efektif untuk mengelola kondisi ini, anda dapat menemukan kembali kebahagiaan dalam setiap suapan.
Melansir laman Times of India, ada 8 makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari demi kenyamanan pencernaan. Simak daftar tersebut dan temukan pilihan yang lebih baik untuk kesehatan anda.
Produk susu seperti keju, susu, dan yoghurt mengandung laktosa yang dapat memicu kembung, gas, dan diare pada individu yang intoleran terhadap laktosa. Bagi banyak penderita IBS, konsumsi produk ini sering kali memperburuk iritasi usus besar.
Makanan yang digoreng, seperti kentang goreng dan ayam goreng, kaya akan lemak dan sulit dicerna. Konsumsi makanan ini dapat memicu diare, kembung, dan ketidaknyamanan perut, membuatnya tidak ideal bagi penderita IBS.
Minuman berkafein, termasuk kopi, soda, dan minuman energi, dapat merangsang usus dan sering menyebabkan diare serta kram. Bagi individu dengan sistem pencernaan yang sensitif, kafein dapat memperburuk gejalanya.
Minuman beralkohol dapat mengganggu lapisan usus dan memperburuk gejala IBS, seperti gas, kembung, dan buang air besar yang tidak teratur. Ini menjadikannya salah satu pemicu umum ketidaknyamanan bagi penderita.
Pemanis buatan seperti sorbitol, manitol, dan aspartam sulit diserap oleh usus. Konsumsi pemanis ini dapat menyebabkan kembung, gas, dan diare, yang menjadi masalah signifikan bagi penderita IBS.
Makanan cepat saji dan makanan ringan sering mengandung bahan tambahan, pengawet, dan lemak yang dapat memperburuk gejala IBS. Makanan ini dapat menyebabkan kembung, sembelit, atau diare, sehingga sebaiknya dihindari.
Makanan pedas, seperti cabai dan merica dapat mengiritasi lapisan lambung. Ini sering menyebabkan kram, diare, dan meningkatkan sensitivitas pada individu yang rentan terhadap gejala iritasi gejala usus besar.
Kacang-kacangan dan lentil adalah sumber serat tinggi yang mengandung karbohidrat fermentasi (FODMAP). Bagi penderita IBS, makanan ini dapat menghasilkan gas berlebihan dan kembung, serta sulit dicerna dengan nyaman.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
